Mengapa pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial perlu diberikan kepada anak SD?

Posted: November 2, 2012 in Pendidikan, Tugas Kuliah
Tag:

Oleh:

Rian Yoki Hermawan

 

Pendahuluan

Manusia merupakan makhluk individu yang tidak dapat lepas dari hubungan dengan sesama manusia lain di dalam menjalani kehidupannya. Berbeda dengan makhluk lainnya, manusia akan mati. Sejak dilahirkan, manusia merupakan individu yang membutuhkan idividu lainnya untuk dapat bertahan dan melangsungkan kehidupannya. Fredman (1962 : 112) menyatakan bahwa manusia merupakan makhluk yang tidak dilahirkan dengan kecakapan untuk menyesuaikan diri dengan segera terhadap lingkungannya.

Seperti telah dijelaskan di atas manusia sejak dilahirkan telah membutuhkan manusia lainnya umtuk dapat bertahan sehingga jika ia hidup sendirian akn mengalami gangguan kejiwaan. Dengan bergaul bersama manusia lainnya, ia akan merasakan kepuasan dalam jiwanya. Naluri manusia untuk selalu berhubungan dengan sesamanya ini dilandasi oleh alasan – alasan sebagai berikut :

  1. keinginan manusia untuk menjadi satu dengan manusia lain di sekelilingnya
  2. keinginan untuk menjadi satu dengan alam sekelilingnya.

Hal seperti ini yang kemudian akan melahirkan ilmu pengetahuan yang didalamnya memuat bagaimana individu berinteraksi dengan individu lain yaitu ilmu pengetahuan sosial. Dalam hal ini pendidikan IPS berperan untuk mendidik dan memberi bekal kemampuan dasar kepada siswa untuk mengembangkan diri sesuai dengan bakat, minat, kemampuan, dan lingkungannya, serta berbagai bekal siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Disamping itu juga terdapat tujuan utama dari ilmu pengetahuan sosial. Tujuan utama Ilmu Pengetahuan Sosial ialah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar peka terhadap masalah sosial yang terjadi di masyarakat, memiliki sikap mental positif terhadap perbaikan segala penyimpangan yang terjadi di masyarakat, dan terampil mengatasi setiap masalah yang terjadi sehari-hari baik yang menimpa dirinya sendiri maupun yang menimpa masyarakat.

IPS dianggap perlu diberikan kepada anak SD karena IPS merupakan Ilmu yang didalamnya mempelajari tentang cara untuk melakukan interaksi sosial. pengetahuan untuk berinteraksi perlu dibekalkan kepada siswa agar nantinya bisa berbaur di dalam masyarakat. Tetapi kenyataan bahwa seringnya guru dalam menyampaikan materi pembelajaran IPS terkesan monoton dan pengetahuan hanya terpusat pada guru semata maka tidak mengherankan apabila banyak siswa SD merasa bosan terhadap penyampaian materi IPS.

Hal seperti ini tidak seharusnya terjadi mengingat pelajaran IPS yang menekankan pada ilmu tentang social. Guru dalam hal ini sebagai pengatuyr jalannya pelajaran seharusnya menjadikannya pembelajaran yang menyenangkan. Pembelajaran PAIKEM mutlak diperlukan agar pembelajaran lebih bermakna serta melekat pada diri siswa.

Dalam uraian yang saya kemukakan berisi tentang pembelajaran IPS yang perlu diberikan kepada siswa SD.

 

ISI

Pelajaran IPS sangat penting karena didalamnya memuat materi yang mempersiapkan serta mendidik siswa untuk hidup dan memahami dunianya. Karena kemapuan bersosialisasi sangat diperlukan sekali.

Menurut A.K. Ellis (1991), bahwa alasan dibalik diajarkannya IPS sebagai mata pelajaran di sekolah karena hal-hal sebagai berikut:

  1. IPS memberikan tempat bagi siswa untuk belajar dan mempraktekan demokrasi.
  2. IPS dirancang untuk membantu siswa menjelaskan “dunianya”.
  3. IPS adalah sarana untuk pengembangan diri siswa secara positif.
  4. IPS membantu siswa memperoleh pemahaman mendasar (fundamental understanding) tentang sejarah, geographi, dan ilmu-ilmu sosial lainnya.
  5. IPS meningkatkan kepekaan siswa terhadap masalah-masalah sosial.

Barr dan teman-temannya (Nelson, 1987; Chapin dan Messick,1996) merumuskan tiga perspektif tradisi utama dalam IPS. Ketiga tradisi utama tersebut ialah:

  1. IPS diajarkan sebagai pewarisan nilai kewarganegaraan (citizenship transmission).
  2. IPS diajarkan sebagai ilmu-ilmu sosial.
  3. IPS diajarkan sebagai reflektif inquiry (reflective inquiry).

Kurikulum pendidikan IPS tahun 1994 sebagaimana yang dikatakan oleh Hamid Hasan (1990), merupakan fusi dari berbagai disiplin ilmu, Martoella (1987) mengatakan bahwa pembelajaran Pendidikan IPS lebih menekankan pada aspek “pendidikan” dari pada “transfer konsep”, karena dalam pembelajaran pendidikan IPS siswa diharapkan memperoleh pemahaman terhadap sejumlah konsep dan mengembangkan serta melatih sikap, nilai, moral, dan keterampilannya berdasarkan konsep yang telah dimilikinya. Dengan demikian, pembelajaran pendidikan IPS harus diformulasikannya pada aspek kependidikannya.

Menurut saya pelajaran IPS penting bagi siswa SD karena siswa usia SD merupakan calon dari masyarakat. Sehingga mereka memperlukan bekal untuk bersosialisasi di dalam kehidupan bermasyarakat. Karena adanya bekal untuk berinteraksi dengan masyarakat dan lingkungan merupakan sesuatu yang penting.

Tetapi dalam hal ini Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di SD juga  harus memperhatikan kebutuhan anak yang berusia antara 6-12 tahun. Anak dalam kelompok usia 7-11 tahun menurut Piaget (1963) berada dalam perkembangan kemampuan intelektual/kognitifnya pada tingkatan kongkrit operasional. Mereka memandang dunia dalam keseluruhan yang utuh, dan menganggap tahun yang akan datang  sebagai waktu yang masih jauh. Yang mereka pedulikan adalah sekarang (kongkrit), dan bukan masa depan yang belum mereka pahami (abstrak). Padahal bahan materi IPS penuh dengan pesan-pesan yang bersifat abstrak. Konsep-konsep seperti waktu, perubahan, kesinambungan (continuity), arah mata angin, lingkungan, ritual, akulturasi, kekuasaan, demokrasi, nilai, peranan, permintaan, atau kelangkaan adalah konsep-konsep abstrak yang dalam program studi IPS harus dibelajarkan kepada siswa SD.

 

 

KESIMPULAN

Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa pentingnya ilmu pengetahuan social  diberikan di SD karena memiliki tujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar peka terhadap masalah sosial yang terjadi di masyarakat, memiliki sikap mental positif terhadap perbaikan segala penyimpangan yang terjadi di masyarakat, dan terampil mengatasi setiap masalah yang terjadi sehari-hari baik yang menimpa dirinya sendiri maupun yang menimpa masyarakat.

Tujuan tersebut dapat dicapai manakala program-program pembelajaran IPS di sekolah diorganisasikan secara baik. Dari rumusan tujuan tersebut dapat dirinci sebagai berikut (Awan Mutakin, 1998).

  1. Memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap masyarakat atau lingkungannya, melalui pemahaman terhadap nilai-nilai sejarah dan kebudayaan masyarakat.
  2. Mengetahui dan memahami konsep dasar dan mampu menggunakan metode yang diadaptasi dari ilmu-ilmu sosial yang kemudian dapat digunakan untuk memecahkan masalah-masalah sosial.
  3. Mampu menggunakan model-model dan proses berpikir serta membuat keputusan untuk menyelesaikan isu dan masalah yang berkembang di masyarakat.
  4. Menaruh perhatian terhadap isu-isu dan masalah-masalah sosial, serta mampu membuat analisis yang kritis, selanjutnya mampu mengambil tindakan yang tepat.
  5. Mampu mengembangkan berbagai potensi sehingga mampu membangun diri sendiri agar survive yang kemudian bertanggung jawab membangun masyarakat. pengembangan keterampilan pembuatan keputusan.
  6. Memotivasi seseorang untuk bertindak berdasarkan moral.
  7. Fasilitator di dalam suatu lingkungan yang terbuka dan tidak bersifat menghakimi.
  8. Mempersiapkan siswa menjadi warga negara yang baik dalam kehidupannya “to prepare students to be well-functioning citizens in a democratic society’ dan mengembangkan kemampuan siswa mengunakan penalaran dalam mengambil keputusan pada setiap persoalan yang dihadapinya.
  9. Menekankan perasaan, emosi, dan derajat penerimaan atau penolakan siswa terhadap materi Pembelajaran IPS yang diberikan.

 

Daftar Pustaka

winataputra, udin. 2002. materi pembelajaran IPS sd. Jakarta. Universitas Terbuka

 

artikel Bambang HP. Isu dan penentuan strategi pembelajaran IPS di sekolah.

 

Tim Pengembangan Ilmu Pendidikan FIP – UPI. 2007. Ilmu dan Aplikasi Pendidikan. Bandung. PT Imperial Bhakti Utama

 

Handoyo, Budi dkk. 2004. Pendidikan IPS SD Terpadu. Malang. Geo Spektrum Press

 

http://portal2.lpmpkalsel.org/index.php?option=com_content&view=article&id=6:pipssd&catid=8:catipop&Itemid=7

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s