MENGAPA GURU DAN SISWA KURANG PERHATIAN TERHADAP IPS DI SD?

Posted: November 2, 2012 in Pendidikan, Tugas Kuliah
Tag:

Oleh:

Rian Yoki Hermawan

Pendahuluan

Ilmu Pengetahuan Sosial sebagai salah satu bidang studi yang memiliki tujuan membekali siswa untuk mengembangkan penalarannnya disamping nilai moral, banyak memuat materi sosial dan bersifat hapalan sehingga pengetahuan dan informasi yang diterima siswa sebatas produk hapalan. Sifat materi pelajaran IPS tersebut membawa konsekuensi terhadap proses belajar mengajar yang didominasi oleh pendekatan ekpositoris, terutama guru menggunakan metode ceramah sedangkan siswa kurang terlibat atau cenderung pasif. Menurut ( udin : 2002 )Dalam metode ceramah terjadi dialog imperative. Padahal, dalam proses pembelajaran keterlibatan siswa harus totalitas, artinya melibatkan pikiran, penglihatan, pendengaran, dan psikomotor.

Proses belajar mengajar IPS di sekolah umumnya dianggap tidak menarik, akibatnya banyak anak-anak sekolah yang kurang tertarik untuk mendalami mata pelajaran IPS. Selain itu memang ada anggapan bahwa mata pelajaran IPS tidak begitu penting sehingga siswa dalam proses belajar mengajar tidak begitu serius dalam mengikutinya.

Guru yang berperan sebagai sumber informasi, seharusnya dalam hal ini guru meningkatkan kinerjanya dengan metode pembelajaran yang bervariasi, seperti menyajikan cooperative learning model; role playing, jigsaw, membaca sajak, buku (novel), atau surat kabar/majalah/jurnal agar siswa diikutsertakan dalam aktivitas akademik. Menerapkan pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAKEM) yang memungkinkan anak mengerjakan kegiatan yang beragam untuk mengembangakan ketrampilan, sikap dan pemahaman dengan penekanan belajar sambil bekerja, sementara guru menggunakan berbagai sumber dan alat Bantu belajar termasuk pemanfaatan lingkungan supaya pembelajaran lebih menarik, menyenangkan dan efektif. Tentu saja guru harus mengasah ilmunya dan melatih keterampilannya, agar ia mampu menyajikan pembelajaran IPSSD dengan menarik.

Dalam kajian kali ini akan membahas tentang permasalahan yang sering terjadi mengenai pembelajaran IPS yang kurang menarik perhatian peserta didik, disamping itu juga para guru juga merasa enggan untuk mengajarkan materi IPS karena dituntut untuk selalu up to date dengan segala permasalahan yang berkaitan dengan fenomena sosial.

ISI

Beberapa indikator yang menunjukan bahwa mata pelajaran IPS tidak menarik atau penting adalah nilai-nilai pelajaran IPS tidak begitu tinggi, serta program Ilmu Sosial di SMA dianggap sebagai program nomor dua setelah Ilmu Alam. Oleh karena itu untuk mempercepat pemahaman serta menghindarkan pemahaman yang keliru diperlukan pendekatan-pendekatan dan media-media pembelajaran yang tepat, sesuai dengan tingkat kematangan kejiwaan peserta didik.

Mata pelajaran IPS disusun secara sistematis, komprehensif, dan terpadu dalam proses pembelajaran menuju kedewasaan dan keberhasilan dalam kehidupan di masyarakat. Dengan pendekatan tersebut diharapkan anak akan memperoleh pemahaman yang lebih luas dan mendalam pada bidang ilmu yang berkaitan. Sesuai dengan karakteristik anak dan IPS SD, maka metode ceramah akan menyebabkan siswa bersikap pasif, dan menurunkan derajat IPS menjadi pelajaran hafalan yang membosankan.

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial memang haruslah diawali dari lingkungan sekitar indivuidu anak tersebut. Pemahaman bahwa anak merupakan sebuah gelas kosong yang harus diisi dengan pengetahuan dari guru adalah sesuatu yang salah, anak merupakan individu yang menarik dan unik, mereka mempunyai bamnyak potensi yang belum tergali dan memerlukan proses dalam perkembangannya.

Dalam pembelajaran IPS di sekolah dasar juga disarankan adanya permainan, permainan merupakan salah satu media yang tidak dapat diabaikan keberadaanya. Hal ini karena anak usia sekolah dasar masih mempunyai ketertarikan yang besar dengan permainan sesuai dengan kematangan jiwanya sehingga dapat belajar sambil bermain (playing by learning). Penggunaan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar akan mampu menciptakan pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAKEM) (Mulyasa, 2006: 35).

Bahan pelajaran yang disampaikan bersama dengan media pembelajaran menjadikan peserta didik seolah-olah bermain sehingga dalam proses belajar lebih menyenangkan. Oleh karena itu media pembelajaran merupakan salah satu komponen penting dalam proses belajar mengajar, agar terhindar dari verbalisme.

Sebagai guru kita harus kreatif dalam menyampaikan pelajaran IPS karena Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan salah satu mata pelajaran yang diberikan di SD yang mengkaji seperangkat peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang berkaitan dengan isu sosial . Memuat materi geografi, sejarah, sosiologi, dan ekonomi. Melalui mata pelajaran IPS, anak diarahkan untuk dapat menjadi warga negara Indonesia yang demokratis, bertanggung jawab, serta warga dunia yang cinta damai.

Kesimpulan

Dengan adanya anggapan bahwa mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial tidak begitu penting dan membosankan, hendaknya guru dalam memberikan pelajaran IPS memperhatikan berbagai keragaman, kebutuhan anak yang berusia diantara 6 sampai 12 tahun, di mana anak memandang,melihat segala sesuatu itu sebagai satu keutuhan, konkrit bukan sebaliknya sebagai sesuatu yang abstrak .

Guru dituntut agar dapat membuat suasana pembelajaran menyenangkan misalnya dengan permainan agar materi yang disampaikan lebih bermakana dan melekat pada diri siswa.

Landasan permasalahan yang menyangkut kondisi kemasyarakatan membebani IPSSD dengan tekanan-tekanan dalam bentuk tuntutan keinginan dan harapan yang tidak sesuai dengan tingkat kematangan fisik, mental, dan intelektual siswa SD, dan berada di luar jangkauan peraihannya.

Bagi guru, tekanan dan tuntutan membelajarkan IPS juga tidak kecil. Mereka harus dipersiapkan agar mampu menyajikan ilmu untuk jenjang Sekolah Dasar dengan metode-metode pembelajaran yang beragam, bervarisi,aktif, efektif dan menyenankan agar lebih menarik.

 

Daftar Pustaka

winataputra, udin. 2002. materi pembelajaran IPS sd. Jakarta. Universitas Terbuka

artikel Bambang HP. Isu dan penentuan strategi pembelajaran IPS di sekolah.

Handoyo, Budi dkk. 2004. Pendidikan IPS SD Terpadu. Malang. Geo Spektrum Press

Tim Pengembangan Ilmu Pendidikan FIP – UPI. 2007. Ilmu dan Aplikasi Pendidikan. Bandung. PT Imperial Bhakti Utama

http://portal2.lpmpkalsel.org/index.php?option=com_content&view=article&id=6:pipssd&catid=8:catipop&Itemid=7

Direktorat Tenaga Pendidik  Dirjen PMPTK Depdiknas. 2008. Strategi Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Pengathuan Sosial. Jakarta

Komentar
  1. gold account mengatakan:

    Untuk mengupayakan agar siswa belajar lebih aktif, berfikir lebih kritis, lebih berpartisipasi dalam proses belajar mengajar serta mampu berinteraksi satu sama lain diperlukan pemilihan metode pembelajaran yang tepat oleh guru. Model pembelajaran yang mampu mengajak siswa bekerja secara bersama-sama dan meyebabkan siswa aktif bekerja adalah metode cooperatif learning. Cooperatif adalah metode mengajar yang mengelompokkan siswa dalam kelompok-kelompok yang beranggotakan 4 -5 orang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s