Pendekatan Komunikatif dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia

Posted: Oktober 15, 2012 in Pendidikan, Tugas Kuliah

A.      Hakikat Pendekatan  Komunikatif

Pendekatan komunikatif adalah suatu pendekatan yang betujuan untuk membuat kompetensi komunikatif sebagai tujuan pembelajaran bahasa, juga mengembangkan prosedur-prosedur bagi pembelajaran empat keterampilan berbahasa, mengakui dan menghargai saling ketergantungan bahasa.

1.       Latar belakang singkat munculnya pendekatan komunikatif

Menurut tarigan (1989:270), munculnya pendekatan komunikatif bermula dari adanya perubahan dalam tradisi pembelajaran bahasa di inggris pada tahun 1960-an. Saat itu menggunakan pendekatan situasiotisnal, yaitu bahasa diajarkan dengan cara mempraktekkan/melatihkan struktur-struktur dasar dalam berbagai kegiatan berdasarkan situsasi yang bermakna. Namun dalam perkembangannya ditolak di Amerika dan para pakarlinguistik terapan inggris mulai mempermasalahkan asumsi yang mendasari pengajaran bahasa situasional.

2.       Ciri-ciri utama pendekatan komunikatif

Cirri utamanya adalah adanya dua kegiatan yang saling berkaitan erat, yakni adanya kegiatan-kegiatan komunikasi fungsional dan kegiatan  yang sifatnya interaksi social. Kegiatan komunikasi fungsional terdiri dari mengolah informasi, berbagi dan mengolah informasi,berbagi informasi dengan kerja sama terbatas, dan berbagi infomasi dengankerjasama tak terbatas. Sedangkan kegiatan interaksi social terdiri dari improfisasi, lakon-lakon pendek yang lucu, aneka simulasi, dialog an bermain peran, sidang-sidang konversasi dan diskusi,serta berdebat.  Telah Ciri-ciri tersebut jelas diperlihatkan beberapa perbedaanpokok antara pendekatan komunikatif dengan pendekatan yang dilakukan secara tradisional.

Dalam pembelajaran bahasa Indonesia berdasarkan Kurikulum bahasa Indonesia 1994, baik di pendidikan dasar (SD dan SLTP) maupun pendidikan menengah (SLTA), dilaksanakan berdasarkan pendekatan komunikatif.Hal ini dapat dilihat GBPP Kurikulum basa Indonesia 1994, baik untuk pendidikan dasar maupun menengah.Dalam GBPP tersebut, antara lain telah tercantum dalam butir pertama, ketujuh,dan keempat belas. Adapun rumusnya sebagai berikut.

a.      Butir pertama

Rumusan butiran pertama

Pada hakikatnya,belajar bahasa adalah belajar berkomunikasi. Oleh karena itu, pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam berkomunikasi dengan bahasa Indonesia, baik secara lisan maupun tulis

Butir ketujuh

Rumusan butir ketujuh

Pembelajaran bahasa diarahkan untuk mempertajam kepekaan perasaansiswa, siswa tidak hanya diharapkan memahami informasi yang disampaikan secara lugas atau langsung, melainkan juga disampaikan secara terselubung atau secara tidak langsung.

c.       Butir keempat belas

Rumusan butir keempat belas

Bahasa sebagai alat komunikasi digunakan untuk berbagai macam fungsi sesuai yang disampaikan  penutur, misalnya untuk menyatakan informasi factual (mengidentifikasi, melaporkan, menanyakan, mengoreksi), menanyakan sikap intelektual (setuju- tidak setuju, menyanggah dan sebagainya), menanyakan sikap moral (meminta maaf menyatakan penyesalan penghargaan dan sebagainya), dan untuk bersosialisasi (menyapa, memperkenalkan diri,menyampaikan selamat, meminta perhatian dan sebagainya).Pembelajaran fungsi penggunaan tersebut disajikan kedalam konteks, tidak dalam bentuk kalimat lepas.

Paparan di atas  menunjukan bahwa pembelajaran bahasa Indonesia berdasarkan kurikulum Bahasa Indonesia 1994 menekankan pada terbentuknya kemampuan berkomunikasi siswadalam bahasa Indonesia. Pembelajaran ini tidak hanya sebagai teori melainkan untuk membimbing, menjadikan siswa, menggnakan bahasa Indonesia untuk berbagai keperluan, baik dalam komunikasi resmi maupun komunikasi tidak resmi.

3.       Aspek-aspek yang berkaitn erat dengan Pendekatan Komunikatif

No Aspek yang Berkaitan  Pendekatan Komunikat
1 Teori Bahasa Pada hakikatnya bahasa adalah suatu system untuk mengepresikan makna, yang menekankan pada dimensi simentik dan komunikatif daripada cirri-ciri gramatikal bahasa. Oleh karena itu, yang perlu ditonjolkan adalah interaksi dan komunikasi bahasa.
2 Teori Belajar Teori yang cocok adalah teori pemerolehan bahasa kedua secara ilmiah.
3 Tujuan Tujuan umum pembelajaran bahasa adalah mengembangkan kemampuan siswa untuk berkomunikasi (kompetensi dan permonfansi komunikatif).
4 Silabus Silabus harus disusun searah dengan tujuan pembelajaran dan tujuan-tujuan yang dirumuskan dan materi-materi yang dipilih harus sesuai dengan kebutuhan siswa.
5 Tipe Kegiatan Pembelajar dipajankan pada situasi komunikasi yang nyata, seperti tukar menukar informasi, negosiasi makna atau kegiatan lain yang sifatnya riil.
6 Peranan Guru Guru berperan sebagai fasilitator komunikasi, partisipan tugas dan teks, penganalisis kebutuhan, konselor, dan manajer proses belajar.
7 Peranan Siswa Pembelajar berperan sebagai pemberi dan penerima, negosiator, dan interaktor sehingga siswa tidak hanya menguasai bentuk-bentuk bahasa, tetapi juga bentuk dan juga maknanya.
8 Peranan Materi Materi disusun dan disajikan dalam peranan sebagai pendukung usaha meningkatkan kemahiran berbahasa dalam tindak komunikasi nyata.

4.       Penerapan Pendekatan komunikatif dalam Pembelajaran Bahasa

Belajar bahasa Indonesia pada intinya adalah belajar berkomunikasi. Artinya, dalam proses pemekaian bahasa sesuai dengan funggsinya adalah hal yang sangat esensialdalam sebuah proses pembelajaran.

Pendekatan adalah seperanggkat asumsi yang saling berkaitan. Hakitan bahasa, pembelajaran bahasa bersifat aksiomatis, artinya kebenaran konsep teoretis yana digunakan sebagai asumsi-asumsi.

a.      Tujuan Pembelajaran Bahasa Indonesia dengan Pendekatan Komunikatf

Tujuan Pembelajarnya adalah membentuk kemampuan komunukatif siswa dalam menggunakan bahasa Indonesia yang mencangkup empat keterampilan, baik menyimak, membaca, menulis maupun berbicara.

Kemampuan komunikatif memiliki beberapa karakteristik,

1)      Kompetensi komunikatif bersifat dinamis.

2)      Kompetensi komunikatif meliputi pemakaian bahasa yang bersifat lisan dan tulis.

3)      Kompetensi komunikatif bersifat kontekstual karena komunikasi terjadi pada konteks tertentu.

4)      Kompetensi komunikatif, meliputi kompetensi bahasa dan performansi bahasa.

5)      Kompetensi komuikatif bersifat relative, bergantung pada aspek lain yang terkait, baik internal maupun eksternal.

Canale dan Swain mengemukakan empat unsure yang berkaitan dengan kemampuan komunikasi, yakni (1) kemampuan gramatika, (2) kemampuan sosiolinguistik, (3) kemampuan wacana.

b.      Garis-garis Besar Program Pengajaran(GBPP)

GBPP dalam bahasa Indonesia adalah bagian dari kurikulum pembelajaran bahasa Indonesia. Kurikulum pembelajaran bahasa Indonesia pada dasarnya adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajan bahasa Indonesia serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelanggaraan kegiatan belajar mengajar bahasa Indonesia.

Delapan model GBPP yang dikembangkan yakni:

1)      GPBB yang menekankan struktur dan ditambah-tambah fungsi bahasa

2)      GPBB dengan butir-butir struktur yyang digunakan sebagai inti untuk mengembangkan fungsi-fungsi bahasa dengan cara mengembangkan secara spiral

3)      GPBB yang menyajikan struktur, fungsi, dan instrumental

4)      GPBB yang berpusat pada fungsi-fungsi bahasa

5)      GBPP yang menekankan pada makna yang meliputi makna gramatikal dan makna fungsi komunikasi

6)      GBPP yang menyajikan tipe-tipe interaksional

7)      GBPP hang menekankan pada penyajian tugas dalam melaksanakan kegiatan berbahasa

8)      GBPP yang menekankan pada kegiatan-kegiatan untuk mendorong pembelajaran belajar berbahasa

B.      PROSEDUR PENGGUNAAN PENDEKATAN KOMUNIKATIF

Dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI,2001:742) dijelaskan bahwa prosedur merupahkan tahap-tahap kegiatan untuk menyeleseikan suatu aktivitas, sedangkan strategi merupakan rencana yng cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus.

Tujuan umum pembelajaran bahasa berdasarkan pendekatan komunikatif adalah mempersiapkan pembelajaran untuk melakukan interaksi yang bermakna dengan cara mengiikhtiarkan pembelajaran untuk mampu memahami dan menggunakan bahasa secara alamiah.

Finocchiaro dan Brumfit (dalam Tarigan,1989:294) mengemukakan suatu bagan/skema pelajaran bagi fungsi “pembuatan suatu ssgesti” bagi para pembelajaran pada tingkat permulaan program sekolah menengah.Pembelajaran yang berdasarkan pendekatan komunikatif bersifat evolusionerdaripada revolusioner.garis besar kegiatan pembelajaran yang ditawarkan mereka, secara garis besar adalah sebagai berikut.

  1. Penyajian Dialog Singkat
  2. Pelatihan Lisan Dialog yang Disajikan
  3. Penyajian Tanya-Jawab
  4. Penelaah dan Pengkajian
  5. Penarikan Simpulan
  6. Aktivitas Interpretatif
  7. Aktivitas Produksi Lisan
  8. Pemberian Tugas
  9. Pelaksanaan Evaluasi

C.      STRATEGI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERDASARKAN PENDEKATAN KOMUNIKATIF

1.       Tujuan

Tujuan pembelajaran bahasa menurut pendekatan komunikatif adalah mengembangkan kompetensi komunikatif para pembelajar bahasa yang mencakup kemampuan menafsirkan bentuk-bentuk linguistic, baik yang dinyatakan secara eksplisit, maupun yang dinyatakan secara eksplisit.

Widdowson (dalam Solchan, 2001:6.39) mengemukakan bahwa analisis keterampilan berbahasa atas keempat keterampilan berbahasa tersebut tidak dapat menggambarkan kompetensi komunikatif dengan jelas sehingga menimbulkan salah tafsir. Widdowson menggolongkan keterampilan bahasa atas tiga criteria, yakni medium, modus, dan cara.

2.       Materi

Materi yang digunakan dipilih dan diurutkan berdasarkan tingkat kerumitan dan kesulitannya. Butir bahasa yang mudah didahulukan dan yang sulit disimpan di akhir program.

Menurut Tarigan (dalam Solcham, dkk. 2001:6.42) ada tiga jenis materi yang dipakai dalam pembelajaran bahasa dengan pendekatan komunikatif, yakni : materi yang berdasarkan teks, materi berdasarkan tugas, dan materi berdasarkan realita.

Selain itu ada beberapa prinsip yang harus kita ketahui, seperti :

(a)    Materi harus menunjang tujuan yang dirumuskan dalam kurikulum.

(b)   Materi harus autentik

(c)    Materi harus mampu menstimulasi terjadinya interaksi antara guru dengan siswa maupun antara siswa dengan siswa.

(d)   Materi memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperhatikan bentuk-bentuk bahasa.

(e)   Materi harus mampu mendorong siswa mengembangkan keterampilan belajar yang lain.

(f)     Materi harus mampu mendorong pembelajar menerapkan keterampilan bebahasa.

(g)

3.       Metode

Metode yang paling relevan adalah metode komunikatif itu sendiri. Padahal kita tahu dalam metode pembelajaran bahasa kita mengenal metode bahasa terjemahan, metode langsung, dan metode audiolingual.

4.       Teknik

Ada empat teknik pembelajaran yang berkaitan dengan pembelajaran bahasa yang disarikan dari Tarigan yang dikutip Solchan, dkk. (2001:6.46)

1)      Teknik Pembelajaran Menyimak

2)      Teknik Pembelajaran Berbicara

3)      Teknik Pembelajaran Membaca

4)      Teknik Pembelajaran Menulis

5.       Media

Jenis dan macamnya sangat beraneka ragam. Jelasnya, apapun media yang digunakan pemilihannya harus berdasar pada tuntutan pembelajaran yang ingindicapai.

6.       Evaluasi

Tes yang cocok yang digunakan dalam pembelajaran bahasa Indonesia dengan pendekatan komunikatif hanya tes integrative dan tes pragmatic.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s