Ane lagi jalan-jalan ni di Sangatta, lumayan refreshing. Masak tiap hari kanan kiri yang dilihat cuma sawit saja. Sekali-kali gedung bertingkat, pertokoan, mall, cewek cantik (ups) hahaha… Memang kalo suhu di sini lebih panas sih daripada di kebun, apalagi kalo di bandingin sama jawa, juh men… Ane nginap di Hotel Mesfa (promosi, sapa tau dapat gratisan,,hihi) dengan tarif Rp. 300.000/malam. Lumayan juga tempatnya untuk sekedar memejamkan mata dan meluruskan tubuh. Maklum, perjalanan ane dari rumah sampai tempat tujuan sekitar 6 jam. Dan itupun jalan gak kayak di Jawa bro, yang notabene 80% sudah aspal dan mulus (maaf ane selalu bandingin dengan Jawa, soalnya ane asli orang jawa).

Di sepanjang perjalanan terdapat banyak jalan yang masih dalam tahap pembangunan, jadi kadang mulus, kadang mental-mental. Yah, nikmatin aja lah, sukur sudah ada jalannya. Kalo cerita teman, dulu masih jalan tanah, kalo becek sudah susah dilewatin, dan memakan waktu yang lebih lama. Kalo kering, dah pasti debu lah..

Sampai Kota Sangatta ane langsung merem, persiapan untuk pagi hari. Sebenarnya ada tugas siih dari kantor, tapi sekalian refreshing. Pagi langsung ke Bukit Pelangi, tempat dimana kantor-kantor dinas berada. Mantep pemandangannya, tempatnya terlihat bersih dan terawat. Gedung gedung tertata dengan rapi, tumbuhan yang rindang menutupi sinar sang mentari yang begitu menyengat.

Langsung ane menyelesaikan tugas sampai beres, biar waktu untuk jalan-jalan lebih lama. Dan, sore hari setelah istirahat langsung dah cabut. Jalan ke Sangatta Town Center (STC) dan sekitarnya. Belanja ini itu, masuk toko sana toko sini. Cukup melelahkan juga. Tapi sungguh menyenangkan.

Tapi yang sangat disanyangkan adalah jaringan komunikasi yang sangat tidak bersahabat. Masak di kota jaringan internet cuma Edge aja. Semua operator sudah ane coba, tapi semua sama saja. Yah gimana lagi. Semoga penyedia layanan interet di Sangatta lebih diperhatikan lagi. Mengingat, di era modern ini kehidupan sehari-hari tidak lepas dari yang namanya internet.

Okelah ane udah capeks plus ngantuk abis jalan-jalan di kota Sangatta, saatnya untuk TIDUR… thanks udah baca tulisanku ini ya…

003

Road To The Mosque

sangatta

sangatta-bontang1

Hidupku kini

Posted: September 30, 2014 in Pribadi

Hidup jauh dari keramaian kota, tidak ada jaringan internet yang lancar, sungguh luar biasa.. soalnya dari kecil udah terbiasa dengan keramaian kota. Kini aku berada di tengah-tengah kebun sawit yang sangat-sangat jauh dari kota. Jangankan ke kota, sekelas kecamatan aja butuh waktu 1 jam untuk bisa sampai. itupun kalau cuaca bagus sih. Dan,,, di kecamatan nya tuh… masih ramai desaku dulu sih..
Tapi inilah hidupku kini. Aku bekerja sebagai karyawan di salah satu anak PT Astra Agro Lestari, yaitu PT Karyanusa Eka Daya (KED). Berada di Kecamatan Telen dan Muara Wahau, yang sangat jauh dari pusat keramaian. paling dekat sih kota kabupatennya, Sangatta yang bisa di tempuh dengan waktu 6 jam. luarr biasa. Samarinda?? 8 jam bro,, itupun kalau cuaca bagus…

Namun keakraban rekan rekan pekerja di sini tak kasih 4 jempol. Tak butuh waktu lama untuk membuatku krasan. sampai saat ini sudah 1,5 th aku berada di kebun sawit. Dan akupun tidak ragu untuk memboyong anak dan istri tinggal di sini.

 

Curhatku

Posted: Juli 23, 2013 in Uncategorized

Selamat bulan juli…. lama Diga gak nulis di sini. dah 6 bulan tinggal di belantara hutan Kalimantan tanpa koneksi internet yang lancar… nah sekarang ada kesempatan ni turun ke kota Samarinda, mumpung network 3G lancar jadi bisa berselancar di dunia maya.
Acaranya ni lagi pelatihan Implentasi Kurikulum 2013 untuk mapel PAI jenjang SD. Kesempatan guru mapelnya baru melahirkan jadi saya yang gantikan beliau. Tapi ampun dah, 8 jam perjalanan saya mabuk berat.. sampek 2 hari masih terasa naik mobil, padahal tidur di springbed empukkk… makan ga enak pengen pulang kangen istri… pelatihan kayak kuliah lagi, ada tugasnya pula, aih malas betul.. ni lagi ngerjain tugas, sama ibu ibu dan bapak bapak lagi.. ga ada yang muda… tapi gapapalah di buat enjoy aja..
Masih ada 3 hari lagi di sini.. zemoga kuat ni kesabaranku…

MAGNET DAN LISTRIK

Posted: November 5, 2012 in IPA, Pendidikan, Tugas Kuliah
Tag:

A.Pengertian Magnet

 

Magnet adalah logam yang dapat menarik dengan sendirinya benda-benda lain yang terbuat dari bahan-bahan mengandung unsur besi dan baja. Dari segi kejadiannya, magnet dikelompokkan dalam magnet alam dan magnet buatan. Magnet alam terjadi karena pengaruh medan magnet bumi, sedangkan magnet buatan dibuat dengan sengaja oleh manusia denagn cara induksi dan gosokan. Dapat tidaknya sebuah benda dapat dibuat magnet tergantung pada jenis bahan penyusun benda tersebut.

Berdasarkan hasilnya, magnet buatan dibedakan antara magnet tetap dan magnet sementara.

 

B. Bentuk Magnet

Dalam kehidupan sehari-hari kita dapat mengenal magnet berdasarkan bentuknya, antara lain:

1. Magnet batang        4. Magnet silinder

2. Magnet jarum          5. Magnet cakram

3. Magnet ladam atau tapal kuda

 

C. Bahan-Bahan Magnet

1. Bahan Ferromagnetik

Benda-benda atau bahan-bahan yang sangat mudah dipengaruhi oleh magnet dan juga dengan mudah dapat dibuat mgnet.

2. Bahan Diamagnetis

Bahan yang sukar sekali dipengaruhi oleh magnet. Mempunyai permeabilitas kurang dari satu.

3. Bahan Paramagnetis

Bahan yang dapat dipengaruhi oleh magnet tetapi tidak dapat dibuat magnet.

4. Bahan Nonmagnetis

Bahan yang tidak dapat dipengaruhi oleh magnet dan juga tidak dapat dibuat magnet.

 

D. Bagaimana Suatu Bahan Bersifat Magnet?

Ada dua teori yang menjelaskan adanya magnet elementer pada benda. Pertama, menurut Webber semua benda terdiri dari molekul-molekul yang mamiliki sifat magnet, disebut magnet elementer. Sifat magnet suatu benda disebabkan oleh adanya magnet elementer pada benda tersebut. Kedua, menurut Weiss setiap atom benda memiliki elektron-elektron yang beredar mangelilingi intinya. Disamping beredar mengelilingi inti, elektron-elektron tersebut juga berputar sekeliling sumbunya masing-masing. Akibat perputaran pada sumbu elektron ini terjadilah kutub-kutub magnet elementer.

Gelombang adalah gangguan yang menjalar. Gerak gelombang selalu dipandang sebagai perpindahan (transfer energi) dan momentum atau perpindahan getaran dari suatu tempat ke tempat lain. Dalam perpindahannya, gelombang ada yang memerlukan medium (disebut gelombang mekanik), sedangkan dalam arah perambatannya, ada gelombang yang arahnya tegak lurus arah getar (disebut gelombang transversal) dan ada yang arah rambatannya sejajar dengan arah getar (disebut gelombang longitudinal).

Cahaya adalah contoh gelombang elektromagnetik. Sinar cahaya adalah gelombang cahaya yang merambat dalam satu garis lurus. Sekumpulan sinar cahaya disebut berkas cahaya. Cermin adalah benda yang dapat memantulkan cahaya. Setiap pemantulan cahaya tunduk pada hukum pemantulan cahaya, yaitu:

  1. Sinar datang, garis normal dan sinar pantul terletak pada satu bidang datar, dan
  2. Sudut datang sama dengan sudut pantul.

Pada cermin datar bayangan selalu bersifat maya, tegak dengan ukuran sama besar dengan ukuran bendanya. Cermin cembung menghasilkan bayangan maya, tegak dan diperkecil. Sedangkan bayangan pada cermin cekung dapat bersifat nyata ataupun maya, begitupun ukuran bayangannya dapat tegak atau terbalik, diperbesar, sama ataupun diperkecil bergantung kedudukannya di depan cermin.

Selain dapat dipantulkan, cahaya juga dapat dibiaskan (dibelokkan). Cahaya mengalami pembiasan saat melewati bidang batas dua medium yang berbeda kerapatannya (indeks biasnya). Selain itu pembiasan cahaya juga menyebabkan penglihatan kita terhadap suatu objek menjadi tidak sesuai dengan sebenarnya.

Mata manusia mempunyai keterbatasan ketika melihat benda yang sangat kecil, benda langit seperti bulan, matahari, dan bitang yang sangat jauh. Oleh karena itu manusia menciptakan alat bantu berupa alat optik.

Visualisasi manusia yang memiliki mata normal (emotrop) biasanya menmiliki titik dekat 25cm dan titik jauh tak terhingga, tanpa bantuan kacamata. Namun ada kemungkinan mata manusia mengalami ketidaknormalan penglihatan (visual), sehingga kemampuan visualnya menjadi terbatas. Artinya manusia tersebut mengalami gangguan visual. Misal miop, hipermetrop, presbiop, dan astigmatima.

Di samping cahaya, bunyi juga merupakan gelombang. Ia termasuk gelombang mekanik-longitudinal. Bunyi yang dapat didengar dikenal dengan istilah suara, yang sebenarnya gelombang bunyi pada rentang frekuensi 20Hz-20.000Hz. Meskipun frekuensinya sama bunyi dapat terdengar berbeda warnanya. Seperti juga dengan gelombang lainnya bunyi dapat merambat lurus, dipantulkan, dibelokkan, dan beresonansi. Pemantulan bunyi dapat menyebabkan  gema dan gaung.

ENERGI

Posted: November 5, 2012 in IPA, Pendidikan, Tugas Kuliah

Energi adalah kemampuan melakukan usaha. Usaha yang dimaksud dalam definisi ini adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan perubahan. Misalnya perubahan posisi (gerak), perubahan bentuk, perubahan wujud, perubahan struktur kimia, atau perubahan volume. Dalam berbagai perubahan tersebut energipun turut mengalami perubahan bentuk tapi tidak hilang atau berkurang. Hal ini dikenal dengan hukum kekekalan energi: “di alam ini tidak ada makhluk yang dapat menciptakan dan memusnahkan energi”.

Bentuk-bentuk energi yang populer adalah energi kinetik pada benda yang bergerak, energi potensial yang dimiliki benda karena kedudukannya dari permukaan bumi atau karena kelenturan (elatisitas)nya, energi listrik pada benda yang bermuatan listrik, enegi kimia karena adanya reaksi kimia, energi cahaya, dan energi panas (kalor). Semua bentuk enegi ini dapat berubah satu terhadap lainnya. Misalnya energi listrik dapat berubah menjadi energi cahaya dan bunyi.

 

Energi dan Usaha

Menurut fisika, usaha tidak terlepas dari gaya dan perpindahan. Bila gaya bekerja pada sebuah benda sehingga benda berpindah selama gaya bekerja, maka gaya tersebut melakukan usaha.

Alat yang digunakan untuk mempermudah manusia untuk melakukan usaha/kerja dalam fisika disebut pesawat. Beberapa contoh pesawat sederhana antara lain:

  1. Tuas
  2. Katrol
  3. Roda bergandar
  4. Bidang miring
  5. Sekrup
  6. Baji

A.Materi

Materi adalah sesuatu yang mempunyai massa dan menempati ruang. Sedangkan massa adalah ukuran ketahanan materi terhadap suatu gaya, yang ditandai dengan perubahan kecepatannya.

Materi dapat dikenali dari identitas atau sifat-sifatnya. Ada dua macam sifat materiberdasarkan hubungannya dengan jumlah materi, yaitu:

1. Sifat intensif, yaitu sifat yang tidak bergantung pada jumlah materi

2. Sifat ekstensif, yaitu sifat yang bergantung pada jumlah materi

 

B. Klasifikasi Materi

Materi diklasifikasikan berdasarkan karakteristiknya. Misalnya, berdasarkan kekuatan menghantar panas atau kekuatan menghantar listrik, berdasarkan tingkat wujudnya, dan berdasarkan komposisinya.

 

C. Perubahan Materi

Karena pengaruh energi, komposisi materi dapat berubah dari satu komposisi ke komposisi lainnya, atau dari satu tingkat wijud ketingkat wujud lainnya. Perubahan dikategorikan perubahan fisika yang bersifat reversible, dan perubahan kimia yang bersifat ireversible.

Contoh perubahan wujud zat antara lain:

1. Menyublim              4. Mengembun

2. Deposisi                  5. Membeku

3. Menguap                 6. Melebur

Contoh perubahan kimia antara lain:

  1. Fermentasi       (peragian)
  2. Dekomposisi   (pembusukan)
  3. Sintesis            (pembentukan senyawa)
  4. Analisis           (penguraian senyawa)
  5. Oksidasi

 

Contoh perubahan fisika adalah pemisahan unsur-unsur campuran larutan secara fisika. Beberapa cara pemisahan campuran secara fisika, yaitu:

  1. Dekantasi
  2. Penyaringan
  3. Destilasi
  4. Rekristalisasi
  5. Ekstraksi

REPRODUKSI

Reproduksi (perkembangbiakan) sel meliputi mitosis (pembelahan sel melalui tahapan atau fase tertentu) dan amitosis (proses pembelahan sel tanpa melalui tahapan atau fase tertentu). Mitosis pada hewan atau pembelahan tidak langsung menghasilkan beberapa tingkatan atau fase yaitu interfase, profase, prometafase, metafase, anafase dan telofase.

Terdapat dua tipe perkembangbiakan pada makhluk hidup bersel banyak yaitu:

  1. aseksual yang termasuk di dalamnya adalah pembelahan kembar, kuncupan, pembentukan spora dan perkembangan vegetatif;
  2. seksual, yang terdiri dari beberapa tipe, yaitu konjugasi dan fertilisasi.

 

  1. Amitosis

Proses pembelahan sel pada sel prokariotik berbeda dengan pembelahan sel pada eukariotik. Pada prokariotik pembelahan sel berlangsung secara sederhana yang meliputi proses pertumbuhan sel, duplikasi materi genetic, pembagian kromosom, dan pembelahan sitoplasma yang didahului dengan pembentukan dinding sel baru. Proses pembelahan yang demikian dinamakan amitosis, amitosis adalah pembelahan sel secara langsung tanpa melibatkan kromosom, contohnya pada sel bakteri. Kromosom hasil duplikasi, awalnya akan menempel pada membrane plasma. Selanjutnya, akan terjadi pertumbuhan antara dua tempat perlekatan kromosom untuk melakukan pemisahan materi inti. Kemudian akan terjadi sitokenesis yang diikuti dengan terbentuknya dinding sel baru hingga dua sel anakan terbentuk, pembelahan yang demikian juga sering disebut dengan pembelahan biner (binary fision) atau pembelahan sel secara langsung.

(http://www.crayonpedia.org/mw/A._Pembelahan_sel_secara_Amitosis_12.1)

  1. Miosis pada hewan
    1. Interfase :

Fase ini disebut juga fase istirahat artinya sel berhenti membelah tetapi masih tetap melakukan aktivitas non-pembelahan.

  1. Profase :

Sentrosoma membelah menjadi mikrotubula aster yang terpisah, ujung akan memanjang sehingga sentrosoma menjauh. Kromatin akan menduplikasikan diri dan berkondensasi menjadi kromosom yang terikat pada sentromer. Sentromer diikat kinetokor. Dan kinetokor akan diikat mikrotubula kinetokor. Pada akhir profase menuju prometafase selubung inti akan pecah terurai menjadi komponen-komponen penyusunnya. Komponen-kompinen inti terlarut di sekitar sel yang membelah.

  1. 3.      Prometafase :

Pecahnya selubung inti menyebabkan mikrotubula yang berada diluar inti dapat memasuki daerah inti. Akhir prometafase ditandai dengan bergeraknya kromosom ke bidang ekuator pembelahan

  1. Metafase :
    Tahap ini akan diwali dengan pengaturan letak dan arah kromosom oleh mikrotubula kinetokor sehingga setiap kromosom menghadap kutup masing-masing. Setelah itu mikrotubula kinetokor menggerakkan kromosom ke bidang equator, sehingga kromosom akan tertata di tengah bidang equator (karena adanya daya tarik yang kuat dari masing-masing kutup pembelahan).
  2. Anafase:
    Tahap ini diawali dengan terbelahnya kromosom menjadi dua kromatid, masing-masing dengan sebuah kinetokor. Pada Anafase A, kromatod akan bergerak kearah kutub pembelahan masing-masing karena terjadipemendekan mikrotubula kinetokor yang terjadi secar tiba-tiba. Pada Anafase B, kromatid-kromatid akan berkumpul di kutub pembelahan masing-masing.
  3. Telofase:
    Tahap ini diawali dengan dirakitnya kembali selubung nucleus di sekeliling tiap kromosom baru. Mikrotubula kinetokor hilang, tetapi mikrotubula kutub masih ada. Setelah tahap ini akan masuk ke tahap sitokinesis.

(http://imamabror.wordpress.com/2010/04/03/kromosom/)

  1. Mitosis pada tumbuhan

Mitosis merupakan periode pembelahan sel yang berlangsung pada jaringan titik tumbuh (meristem), seperti pada ujung akar atau pucuk tanaman. Proses mitosis terjadi dalam empat fase, yaitu interfase, profase, prometafase, metafase, anafase, dan telofase. Fase mitosis tersebut terjadi pada sel tumbuhan maupun hewan. Terbagi menjadi :

Interfase

Dalam proses pembelahan sel tahap interfase menempati siklus yang jauh lebih lama dibandingkan tahap yang lainnya, bahkan sering kali meliputi 90% dari siklus ini. Selama interfase inilah sel tumbuh dan menyalin kromosom dalam persiapan untuk pembelahan sel. Interfase dapat dibagi menjadi subfase : fase G1 (“gap pertama”), fase S dan fase G (“gap kedua”). Selama ketiga subfase ini, sel tumbuh dan menghasilkan protein dan organel dalam sitoplasma. Kromosom diduplikasi hanya selama fase S (S singkatan untuk sintesis DNA). Dengan demikian, suatu sel tumbuh (G1) terus tumbuh begitu sel tersebut sudah menyalin kromosomnya (S), dan tumbuh lagi sampai sel tersebut menyelesaikan persiapannya untuk pembelahan sel (G2) dan membelah (M).

Profase

Pada awal profase, sentrosom dengan sentriolnya mengalami replikasi dan dihasilkan dua sentrosom. Masing-masing sentrosom hasil pembelahan bermigrasi ke sisi berlawanan dari inti. Pada saat bersamaan, mikrotubul muncul diantara dua sentrosom dan membentuk benang-benang spindle, yang membentuk seperti bola sepak. Pada sel hewan, mikrotubul lainnya menyebar yang kemudian membentuk aster. Pada saat bersamaan, kromosom teramati dengan jelas, yaitu terdiri dua kromatid identik yang terbentuk pada interfase. Dua kromatid identek tersebut bergabung pada sentromernya. Benang-benang spindel terlihat memanjang dari sentromer.

 

Prometafase

Selama prometafase selubung nucleus terfragmentasi. Mikrotubula pada gelondong sekarang dapat memasuki nucleus dan berinteraksi dengan kromosom, yang telah menjadi lebih padat. Berkas mikrotubula memanjang dari setiap kutub kearah pertengahan sel. Masing-masing dari kedua kromatid yang berasal dari satu kromosom sekarang memiliki struktur khusus yang disebut kinetokor yang terletak di aderah sentomer. Sebagian mikrotubula melekat di kinetokor, interaksi ini menyebabkan kromosom mulai melakukan gerakan yang tersentak-sentak.

 

Metafase

Pada metafase, masing-masing sentromer mempunyai dua kinetokor dan masing-masing kinetokor dihubungkan ke satu sentrosom oleh serabut kinetokor. Sementara itu, kromatid bersaudara begerak ke bagian tengah inti membentuk keping metafase (metaphasic plate).

 

Anafase

Tahap anaphase ini dimulai ketika pasangan sentromer dari setiap kromosom berpisah, yang akhirnya melepaskan kromatid bersaudara. Setiap kromatid sekarang dianggap sebagai kromosom lengkap. Kromatid bersaudara yang tadinya menyatu mulai berpisah kearah kutub sel yang berlawanan, begitu mikrotubuloa kinetokornya memendek. Karena mikrotubula kinetokor melekat pada sentromer, oleh karena itu sentromer tertarik terlebih dahulu. Pada saat yang sama, kutub sel berpindah lebih jauh karena mikrotubula nonkinetokor memanjang. Pada akhir anaphase ini kedua kutub sel memiliki koleksi kromosom yang ekuivalen dan lengkap.

 

Telofase

Pada telofase, mikrotubula nonkinetokor lebih memperpanjang sel lagi. Dan nuleus anak terbentuk pada kedua kutub sel. Selubung nucleus terbentuk kembali dari fragmen-fragmen selubung nucleus sel induk dan bagian-bagian lain system endomembran. Berbeda dengan profase dan prometafase, benang kromatin setiap kromosom menjadi kurang tergulung rapat. Mitosis yaitu pembelahan satu nucleus menjadi dua nucleus yang identik secara genetic. Sekarang telah selesai.

 

Perbedaan mitosis pada hewan dan tumbuhan

Terdapat perbedaan mendasar antara mitosis pada hewan dan tumbuhan. Pada hewan terbentuk aster dan terbentuknya alur di ekuator pada membran sel pada saat telofase sehingga kedua sel anak menjadi terpisah. Sitokinesis berbeda antar sel tanaman dan sel hewan. Pada sel hewan sitokinesis berlangsung melalui proses pembentukan “cleavage furrow”, yang dimulai dari penonjolan landai pada permukaan sel. Pada sel tumbuhan sitokinesis berlangsung melalui pembentukan “lempeng sel”.

(http://www.mahasiswasibuk.co.cc/1_20_Mitosis-pada-sel-tumbuhan.html)

 

 

 

 

 

 

SISTEM REPRODUKSI

Reproduksi merupakan proses menghasilkan individu baru dari organisme sebelumnya.

Organisme bereproduksi melalui 2 Cara :

1. Repoduksi aseksual (vegetatit)
Adalah terbentuknya individu baru tanpa melakukan peleburan sel kelamin.
2. Reproduksi seksual (generatif)
Umumnya melibatkan persatuan sel kelamin (gamet) dari 2 individu yang berbeda jenis kelamin.

(http://bebas.ui.ac.id/v12/sponsor/Sponsor-Pendamping/Praweda/Biologi/0094%20Bio%202-12a.htm)

  1. Repoduksi aseksual:

Individu baru (keturunannya) yang terbentuk mempunyai ciri dan sifat yang sama dengan induknya. Individu-individu sejenis yang terbentuk secara reproduksi aseksual dikatakan termasuk dalam satu klon, sehingga anggota dari satu klon mempunyai susunan genetik yang sama.

Reproduksi aseksual dapat dibagi atas lima jenis, yaitu :

1. Fisi
2. Pembentukan spora
3. Pembentukan tunas
4. Fragmentasi
5. Propagasi vegetatif

1. Fisi

Fisi terjadi pada organisme bersel satu. Pada proses fisi individu terbelah menjadi dua bagian yang sama.
Contoh :
– Pada pembelahan sel bakteri.
– Pada Plasmodum, reproduksi dengan fisi berganda, yaitu inti sel membelah berulang kali dan kemudian setiap anak inti dikelilingi sitoplasma. Proses ini disebut skizogoni, sel yang mengalami skizogoni disebut skizon.

 

2.

Pembentukan spora

Dibentuk di dalam tubuh induknya dengan cara pembelahan sel. Bila kondisi lingkungan baik, maka spora akan berkecambah dan tumbuh menjadi individu baru, spora dihasilkan oleh jamur, lumut, paku, sporozoa (salah satu kelas protozoa) dan kadang-kadang juga dihasilkan oleh bakteri.

3. Pembentukan tunas

Organisme tertentu dapat membentuk tunas, berupa tonjolan kecil yang akan berkembang dan kemudian mempunyai bentuk seperti induknya dengan ukuran kecil. Kemudian tunas ini akan lepas dari induknya dan dapat hidup sebagai individu baru. Pembentukan tunas merupakan ciri khas sel ragi dan Hydra (sejenis Coelenterata).

4. Fragmentasi

Kadang-kadang satu organisme patah menjadi dua bagian atau lebih, kemudian setiap bagian akan tumbuh menjadi individu baru yang sama seperti induknya. Peristiwa fragmentasi bergantung pada kemampuan regenerasi yaitu kemampuan memperbaiki jaringan atau organ yang telah hilang. Fragmentasi terjadi antara lain pada hewan spons (Porifera), cacing pipih, algae berbentuk benang.

5. Propagasi vegetatif

Istilah propagasi vegetatif diberikan untuk reproduksi vegetatif/tumbuhan berbiji. Pada proses propagasi bila bagian tubuh tanaman terpisah maka bagian tersebut akan berkembang menjadi satu/lebih tanaman baru. Propagasi vegetatif alamiah dapat terjadi dengan menggunakan organ-organ sebagai berikut :

a. Stolon
Stolon adalah batang yang menjalar di atas tanah. Di sepanjang stolon dapat tumbuh tunas adventisia (liar), dan masing-masing tunas ini dapat menjadi anakan tanaman. Contoh: pada rumput teki, rumput gajah dan strawberi.
b. Akar tinggal atau rizom
Rizom adalah batang yang menjalar di bawah tanah, dapat berumbi untuk menyimpan makanan maupun tak berumbi. Ciri rizom adalah adanya daun yang mirip sisik, tunas, ruas dan antar ruas. Rizom terdapat pada bambu, dahlia, bunga iris, beberapa jenis rumput, kunyit, lengkuas, jahe dan kencur.
c. Tunas yang tumbuh di sekitar pangkal batang
Tunas ini membentuk numpun, misalnya: pohon pisang, pohon pinang dan pohon bambu.
d. Tunas liar
Tunas liar terjadi pada tumbuhan yang daunnya memiliki bagian meristem yang dapat menyebabkan terbentuknya tunas-tunas baru di pinggir daun. Contoh: tunas cocor bebek (Kalanchoe pinnata) dan begonia.
e. Umbi lapis
Umbi lapis adalah batang pendek yang berada di bawah tanah. Umbi lapis diselubungi oleh sisik-sisik yang mirip kertas. Contoh: tumbuhan lili, tulip dan bawang.
f. Umbi batang
Umbi batang adalah batang yang tumbuh di bawah tanah, digunakan sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan sehingga bentuknya membesar. Pada umbi terdapat mata tunas – mata tunas yang
akan berkembang menjadi tanaman baru.
Contoh: kentang dan Caladium.

(http://bebas.ui.ac.id/v12/sponsor/Sponsor-Pendamping/Praweda/Biologi/0095%20Bio%202-12b.htm)

 

 

 

Reproduksi seksual:

Pada reproduksi generatif terjadi persatuan dua macam gamet dari dua individu yang berbeda jenis kelaminnya, sehingga terjadi percampuran materi genetik yang memungkinkan terbentuknya individu baru dengan sifat baru.

Pada organisme tingkat tinggi mempunyai dua macam gamet, gamet jantan atau spermatozoa dan gamet betina atau sel telur, kedua macam gamet tersebut dapat dibedakan baik dari bentuk, ukuran dan kelakuannya, kondisi gamet yang demikian disebut heterogamet.

Peleburan dua macam gamet tersebut disebut singami. Peristiwa singami didahului dengan peristiwa fertilisasi (pembuahan) yaitu pertemuan sperma dengan sel telur.

Pada organiseme sederhana tidak dapat dibedakan gamet jantan dan gamet betina karena keduanya sama, dan disebut isogamet. Bila salah satu lebih besar dari lainnya disebut anisogamet.

(http://bebas.ui.ac.id/v12/sponsor/Sponsor-Pendamping/Praweda/Biologi/0096%20Bio%202-12c.htm)

  1. 1.      Konjugasi

peristiwa transfer bahan genetik (yaitu plasmid F+ pada bakteri dan mikronukleus pada Protozoa) dari satu individu kepada individu lainnya. Mekanisme pertukaran bahan genetik ini terjadi pada bakteri dan beberapa protozoa. Penyatuan gamet terjadi pada salah satu individu. Secara morfologi tidak diketahui jenis kelaminnya, karena itu individu yang terlibat disebut sebagai individu positif (+) dan negatif (-). Proses konjugasi diawali dari pembentukan berkas-berkas yang bergerak saling berdekatan dari kedua individu. Sel yang berdekatan saling membentuk tonjolan. Ujung kedua tonjolan yang bersentuhan saling melebur membentuk saluran konjugasi. Lewat saluran itu terjadilah aliran protoplasma dari satu sel ke sel yang lain. Kedua plasma melebur, disebut plasmogami. Pada bakteri selanjutnya terjadi transfer plasmid dari satu bakteri kepada bakteri partner. Pada protozoa, seperti Paramecium, terjadi transfer mikronukleus dua arah (saling bertukar).

(http://id.wikipedia.org/wiki/Konjugasi)

  1. 2.      Fertilasi

Pembuahan atau fertilisasi (singami) adalah peleburan dua gamet yang dapat berupa nukleus atau sel-sel bernukleus untuk membentuk sel tunggal (zigot) atau peleburan nukleus. Biasanya melibatkan penggabungan sitoplasma (plasmogami) dan penyatuan bahan nukleus (kariogami). Dengan meiosis, zigot itu membentuk ciri fundamental dari kebanyakan siklus seksual eukariota, dan pada dasarnya gamet-gamet yang melebur adalah haploid. Bilamana keduanya motil seperti pada tumbuhan, maka fertilisasi itu disebut isogami, bilamana berbeda dalam ukuran tetapi serupa dalam bentuk maka disebut anisogami, bila satu tidak motil (dan biasanya lebih besar) dinamakan oogami. Hal ini merupakan cara khas pada beberapa tumbuhan, hewan, dan sebagian besar jamur. Pada sebagian gimnofita dan semua antofita, gametnya tidak berflagel, dan polen tube terlibat dalam proses fertilisasi.

FERTILISASI PADA HEWAN :

  • Fertilisasi eksternal (khas pada hewan-hewan akuatik): gamet-gametnya dikeluarkan dari dalam tubuhnya sebelum fertilisasi.
  • Fertilisasi internal (khas untuk adaptasi dengan kehidupan di darat): sperma dimasukkan ke dalam daerah reproduksi betina yang kemudian disusul dengan fertilisasi. Setelah pembuahan, telur itu membentuk membran fertilisasi untuk merintangi pemasukan sperma lebih lanjut. Kadang-kadang sperma itu diperlukan hanya untuk mengaktivasi telur.

(http://id.wikipedia.org/wiki/Fertilisasi)

 

Oleh:

Rian Yoki Hermawan

 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

SD / MI                                                  : ……………………….

Mata Pelajaran                                   : Ilmu Pengetahuan Sosial

Kelas/Semester                                 : VI/2

Alokasi Waktu                                    : 2 x 35 menit

A.    Standar Kompetensi

Memahami gejala alam yang terjadi di Indonesia dan sekitarnya.

B.     Kompetensi Dasar

Mengenal cara-cara menghadapi bencana alam.

C.    Indikator

1. Kognitif          :

Produk:

  1. Menyebutkan bencana alam yang pernah terjadi di Indonesia.
  2. Mengidentifikasi faktor penyebab bencana alam.
  3. Mengidentifikasi gejala awal terjadinya bencana alam.
  4. Mendeskripsikan tindakan cara menyelamatkan korban bencana alam.
  5. Mengidentifikasi akibat terjadinya bencana alam.

Proses:

Melaksanakan pengamatan dan kerja kelompok untuk menemukan cara-cara menghadapi bencana alam.

2. Afektif

  1. Mengembangkan sikap saling tolong menolong antar umat manusia bila tertimpa bencana alam.
  2. Menumbuhkan rasa cinta lingkungan dengan menjaga kelestarian lingkungan untuk mencegah terjadinya bencana alam.

3. Psikomotor

a.   Terampil menggolongkan jenis bencana alam ( ulah manusia atau alami ) dan memberikan penjelasan tentang cara pencegahan dan penanggulangan akibat dampak yang ditimbulkannya.

D.      Tujuan Pembelajaran :

1. Kognitif           :

Produk:

  1. Siswa dapat Menjelaskan bencana alam yang terjadi di Indonesia.
  2. Siswa dapat Mengidentifikasi faktor penyebab bencana alam
  3. Siswa dapat Mengidentifikasi gejala awal terjadinya bencana alam
  4. Tanpa melihat buku siswa dapat Mendeskripsikan tindakan cara menyelamatkan korban bencana alam
  5. Secara mandiri dan tanpa membuka buku siswa Mengidentifikasi akibat terjadinya bencana alam.

Proses:

  1. Dengan menggunakan LKS siswa dapat bekerja kelompok untuk menemukan cara-cara menghadapi bencana alam.

 

2. Afektif

  1. Dengan memahami bahwa setiap manusia tidak dapat hidup sendiri, siswa memiliki sikap untuk saling tolong menolong antar umat manusia bila tertimpa bencana alam.
  2. Dengan memahami bahwa bencana alam juga disebabkan oleh perbuatan manusia, siswa memiliki sikap cinta terhadap lingkungan dengan menjaga kelestariannya untuk mencegah terjadinya bencana alam.

3.  Psikomotor

Dengan disediakan gambar serta video siswa dapat dengan terampil menggolongkan jenis bencana alam ( ulah manusia atau alami ) kemudian memberikan penjelasan tentang cara pencegahan dan penanggulangan akibat dampak yang ditimbulkannya.

E.       Materi Pembelajaran  :

”Cara-cara menghadapi bencana alam”.

F.       Model dan Metode Pembelajaran :

Model Pembelajaran : Model pembelajaran PAIKEM.

Metode Pembelajaran             :

a.    Kerja Kelompok

b.    Tanya jawab

G.      Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan Wak
1.  Kegiatan Awal

  1. Guru mengucapkan salam
  2. Apersepsi
  3. Guru mengajak para siswa untuk mengingat kembali tentang bencana luapan lumpur lapindo yang diakibatkan oleh kesalahan manusia.
  4. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
  5. Motivasi
  6. Guru menjelaskan pentingnya mempelajari cara menghadapi bencana alam.

2.    Kegiatan Inti
Pertemuan 1

  • Guru memutarkan video tentang bencana alam yang terjadi di Indonesia, serta memberikan artikel-artikel tentang bencana alam.
  • Guru meminta siswa untuk mengelompokkan jenis bencana alam yang terjadi di indonesia beserta tindakan dalam menghadapi bencana tersebut dengan melihat video dan membaca artikel yang sudah disediakan.
  • Siswa mengelompokkan jenis bencana alam (ulah manusia atau alami )  yang terjadi di indonesia beserta cara dalam menghadapi bencana tersebut dengan melihat video dan membaca artikel yang sudah disediakan.
  • Siswa menuliskan hasil pengelompokan bencana alam (ulah manusia atau alami ) beserta tindakan yang harus dilakukan dalam LKS.

      Pertemuan 2

  • Siswa secara berkelompok melakukan diskusi untuk mengidentifikasi cara mencegah terjadinya bencana banjir.
  • Ø Siswa secara berkelompok melakukan diskusi untuk mengetahui tindakan yang harus dilakukan saat terjadi gempa bumi
  • Ø Tiap-tiap kelompok menugaskan wakil kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok ke depan kelas.
  • Ø Guru menyimpulkan tindakan yang harus dilakukan dalam  menghadapi bencana alam.

3.   kegiatan akhir

a.  Merangkum

Guru mengajak siswa merangkum dan menyimpulkan materi pembelajaran.

b.  Menilai

Guru memberikan tes tertulis

c.  Refleksi

Guru mengajak merefleksikan pengalaman hidup dengan materi pembelajaran.

10 menit

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

25 menit

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

25 menit

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

10 menit

 

H.      Penilaian    :

1. Penilaian Kognitif

a.  Penilaian Produk (terlampir)

b. Penilaian Proses (terlampir)

2. Penialain Afektif (terlampir)

3. Penilaian Psikomotor (terlampir)

 

I.       Sumber Belajar dan Media Pembelajaran  :

  1. Buku Sekolah Elektronik: Nugroho, Arif Julianto Sri, 2008. Ilmu Pengetahuan Sosial, SD Kelas VI, Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
  2. Gambar-gambar bencana alam
  3. Artikel tentang bencana alam
  4. Lembar kerja siswa.

 

Lampiran 1. Lembar Kerja Siswa

 

LEMBAR KERJA SISWA

Petunjuk

Ikuti diskusi kelas dengan baik kemudian hasilnya tuliskan dalam tabel dibawah ini.

Tabel 1. Pengelompokan Jenis Bencana

  Jenis bencana
No.. Ulah manusia alami
1    
2    
3    
4    

 

Tabel 2. Cara Mencegah Terjadinya bencana banjir

No. Cara Mencegah Terjadinya bencana banjir
1.  
2.  
3.  
4.  
5.  

 

 

Petunjuk :

Buatlah kelompok diskusi yang beranggotakan 3-4 orang, kemudian jawablah pertanyaan berikut ini  :

  1. Apakah tindakan yang harus dilakukan saat terjadi gempa bumi ?
  2. Apakah tindakan yang harus dilakukan saat terjadi longsor?

Jawaban pertanyaan ini, tuliskan dalam Tabel 3 dan Tabel 4 berikut ini.

 

 

Tabel 3. Tindakan Yang Harus Dilakukan Saat Terjadi Gempa Bumi

No. Tindakan Yang Harus Dilakukan Saat Terjadi Gempa Bumi
1.  
2.  
3.  
4.  
5.  

 

 

Tabel 4. Tindakan Yang Harus Dilakukan Saat Terjadi Longsor

No. Tindakan Yang Harus Dilakukan Saat Terjadi Longsor
1.  
2.  
3.  
4.  
5.  


Lampiran 2. Kunci Lembar Kerja Siswa

KUNCI LEMBAR KERJA SISWA

Table 1. Pengelompokan Jenis Bencana

  Jenis bencana
No.. Ulah manusia alami
1 Banjir tsunami
2 Tanah longsor Gunung merapi
3 Lumpur lapindo Gempa Bumi

 

Tabel 2. Cara Mencegah Terjadinya bencana banjir

No. Cara Mencegah Terjadinya bencana banjir
1. Buanglah sampah pada tempatnya.
2. Tidak membangun rumah di bantaran sungai.
3. Tidak membuang sampah di sungai.
4. Kerja bakti membersihkan sungai
5. Membuat resapan air

 

Tabel 3. Tindakan Yang Harus Dilakukan Saat Terjadi Gempa Bumi

No. Tindakan Yang Harus Dilakukan Saat Terjadi Gempa Bumi
1. Apabila kamu berada di dekat pintu atau jendela, segeralah berlari ke luar rumah.
2. Apabila kamu di dalam ruangan rumahmu, segera masuklah ke bawah meja untuk melindungi tubuhmu.
3. Ingat! Jangan berlindung di balik lemari karena bisa roboh akibat getaran gempa.
4. Lihatlah keadaan atau kondisi dengan tenang! Jangan terburu buru keluar rumah.
5. Apabila kamu berada di luar rumah, hindarilah bangunan tinggi, papan

 

 

Tabel 4. Tindakan Yang Harus Dilakukan Saat Terjadi Longsor

No. Tindakan Yang Harus Dilakukan Saat Terjadi Longsor
1. Waspadai turunnya hujan deras secara terus-menerus di kawasan bukit atau pegunungan di sekitarmu. Bencana tanah longsor sering terjadi karena banyaknya curah hujan di kawasan tersebut. Hal ini pernah terjadi di Tawangmangu, Karanganyar sebelum terjadi tanah longsor.
2. Ajaklah orang tuamu untuk mengungsi ke tempat saudaramu yang jauh dari lokasi tersebut. Hal ini penting karena kita tidak bisa menduga datangnya tanah longsor.
3. Rawat dan simpanlah dokumen-dokumen penting milikmu dan keluargamu. Pastikan dokumen itu mudah kamu bawa pergi seandainya harus mengungsi.
4. Tetap tenanglah di tempat pengungsian sambil pantau berita yang pasti dari pemerintah setempat. Hal ini penting untuk menghindari kesimpangsiuran mengenai bencana tersebut.


 

Lapiran 3. Penilain Kognitif

 

A.   Penilaian Kognitif

1.  Penilaian Produk

  1. Ceritakan salah satu bencana alam yang terjadi di Indonesia!
  2. Jelaskan caramu menghadapi bencana banjir!
  3. Jelaskan langkah pemerintah dalam menghadapi bencana gempa bumi!
  4. Apa yang seharusnya dilakukan masyarakat setelah terjadi bencana?
  5. Bagaimana sikapmu dengan bencana yang melanda bangsa Indonesia?

Contoh Jawaban Model

  1. Bencana tsunami yang pernah terjadi 26 Desember 2004 di Aceh menghancurkan ratusan rumah di daerah tersebut.
  2. Cara menghadapi bencana banjir di antaranya adalah :
  • Membiasakan hidup bersih dan sehat. Buanglah sampah pada tempatnya.
  • Ingat, sungai bukan tempat sampah! Perilaku membuang sampah di sungai harus dihentikan karena bisa menyebabkan banjir.
  • Tidak membangun rumah di bantaran sungai. Masyarakat justru harus membersihkan sungai secara teratur.
  • Meletakkan dokumen penting secara benar. Sewaktu-waktu terjadi banjir harus diselamatkan. Selain itu, kenali tanda-tanda terjadinya bencanabanjir.
  1. Ada beberapa langkah yang dilakukanb pemerintah. Kamu harus mengetahuinya:
  • Pemerintah telah membuat peta rawan bencana gempa bumi.
  • Apabila kamu berada di daerah rawan gempa maka kamu harus mempelajarinya.
  • Pemerintah mengadakan pendidikan, penyuluhan, dan pelatihan tentang bencana alam. Hal ini penting untuk menyiapkan kewaspadaan masyarakat di daerah rawan bencana.
  • Pemerintah telah membuat sebuah lembaga yang khusus menangani bencana. Lembaga tersebut adalah Badan Koordinasi Penanggulangan Bencana Alam. Informasi tentang bencana bisa didapatkan dari lembaga ini.
  1. Secara swadaya mereka mendirikan posko-posko, tenda darurat, atau dapur umum. Tanpa dikomando, para ibu menyediakan makanan untuk bersama. Masyarakat juga mengadakan penjagaan terhadap rumahrumah yang terkena bencana.
  2. Bencana datang bukan tanpa sebab. Bisa jadi Tuhan tengah menunjukkan kasih sayang-Nya kepada kita. Kita harus bersahabat dengan alam dan lingkungan. Kita harus menyadari bahwa kita tidak hidup sendirian. Betapa penting kita membangun kebersamaan dalam suka dan duka.

 

 

 

 

2.  Penilaian Proses

 

Contoh Lembar Observasi Diskusi Kelompok

Nama peserta didik: ________ Kelas: _____

No. Aspek Yang Dinilai Baik Tidak baik
1. Kemampuan mengemukakan pendapat    
2. Kemampuan bertanya    
3. Kemampuan mempertahankan pendapat    
4. Penguasaan Substansi materi    
Skor yang dicapai  
Skor maksimum  

Keterangan :

Baik mendapat skor 1

Tidak baik mendapat skor 0

Nilai akhir       =           x 100

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lampiran 4. Penilaian Afektif

 

Skala Sikap

 

No. Pernyataan Pilihan Sikap
SS S R TS STS
1. Rasa cinta terhadap lingkungan perlu ditumbuhkan.          
2. Saling membantu antar warga negara yang terkena bencana perlu dikembangkan.          
3. Membuang sampah  ditempatnya merupakan wujud dari rasa cinta terhadap lingkungan.          
4. Menebang pohon secara sembarangan merupakan tindakan yang merusak alam.          
5. Ikut bekerja bakti membersihkan sungai merupakan pencegahan bencana banjir.          

Keterangan :

SS    : Sangat Setuju

S      : Setuju

R      : Ragu-ragu

TS    : Tidak Setuju

STS  : Sangat Tidak Setuju


Lampiran 5. Penilaian Psikomotor

 

Lembar Observasi

 

No. Kegiatan Benar Salah
1. Menggolongkan jenis bencana alam ( ulah manusia atau alami )    
2. Memilih gambar tsunami    
3. Memilih gambar gunung meletus    
4. Memilih gambar banjir    

Keterangan :

Benar mendapat skor 1

Salah mendapat skor 0

 

 

Oleh:

Rian Yoki Hermawan

Pendahuluan

Proses belajar mengajar mempunyai makna dan pengertian yang lebih luas daripada pengertian mengajar, karena didalamnya tersirat satu kesatuan kegiatan yang tidak terpisahkan antara siswa yang belajar dan guru yang mengajar, yang terjalin dalam bentuk interaksi edukatif. Peran guru dalam pembelajaran IPS mempunyai hubungan erat dengan cara mengaktifkan siswa dalam belajar, terutama dalam proses pengembangan keterampilannya.

Menurut balen ( 1993 ), pengembangan keterampilan tersebut yang harus diimiliki oleh siswa adalah keterampilan berpikir, keterampikan social dan keterampilan praktis. Ketereampilan berpikir dikembangkan untuk melatih siswa berpikir logis dan sistematis melalui proses belajar mengajar dengan model pengembangan berpikir kritis, keterampilan social dan praktis melalui dialog kreatif. Ketiga keterampilan tersebut dapat dikembangkan dalam situasi belajar mengajar yang interaktif antara guru dengan siswa dan siswa denagn siswa.   Dalam hal ini guru yang merupakan bagian dari komponen pembelajaran funsinya adalah sebagai fasilitator, motivator, dan tenaga pendidik.

Menurut Undang-undang RI nomor 20 Tahun 2003, Tenaga Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam penyelenggaraan pendidikan. Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi. Mengingat peran yang diembannya, pendidik berkewajiaban menciptakan suasana pendidikan yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis, dan dialogis. Ia mempunyai komitmen secara profesional untuk meningkatkan mutu pendidikan, memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga, profesi, dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya.

ISI

Guru merupakan kunci keberhasilan peningkatan mutu pembelajaran IPS di kelas. Sebagai manajer kelas, guru harus mempromosikan fasilitas belajar bagi para siswa. Sebagai motivator, guru harus mampu menjadi mendorong dan menyemangati siswanya dalam belajar dan mengubah sikap siswa yang kurang termotivasi.

Tugas utama guru adalah menciptakan suasana di dalam kelas agar tejadi interaksi belajar mengajar yang dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan baik dan bersungguh – sungguh.

Dalam hubungannya dengan nilai dalam pendidikan IPS, seorang guru harus mendorong anak untuk aktif bertingkah laku sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku. Guru perlu memotivasi anak untuk memiliki sikap yang baik. Sangatah penting bagi seorang guru mendorong anak untuk memiliki sikap yang baik, karena dengan menciptakan pengalaman-pengalaman di dalam kelas siswa diharapkan akan melakukan perbuatan yang baik dalam kegidupan sehari-harinya.

Penilaian guru mata pelajaran IPS memberikan hasil yang berbeda – beda hal ini terjadi karena adanya perbedaan karakter guru IPS. Hal ini dapat terjadi dari bagaimana cara guru mengajarkan dan mengembangkan IPS.

Penilaian guru mata pelajaran IPS dapat ditentukan, yaitu antara lain :

  1. guru dapat menggunakan media sebagai sumber pembelajaran
  2. guru dapat menggunakan kelas sebagai sumber belajar
  3. guru dapat menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar

–          memiliki kesesuaian dengan pokok bahasan GHBPP

–          menarik perhatian dan menumbuhkan minat siswa

–          terdapat ditengah – tengah masyarakat

–          dapat mengembangkan keterampilan siswa dalam memproses dan mengolah informasi

–          berhubungan erat deengan lingkungan siswa

–          dapat mengembangkan pengalaman dan pengetahuan siswa.
Kesimpulan

Guru merupakan kunci keberhasilan peningkatan mutu pembelajaran IPS di kelas. Sebagai manajer kelas, guru harus mempromosikan fasilitas belajar bagi para siswa. Sebagai motivator, guru harus mampu menjadi mendorong dan menyemangati siswanya dalam belajar dan mengubah sikap siswa yang kurang termotivasi.

Penilaian guru mata pelajaran IPS memberikan hasil yang berbeda – beda karena adanya perbedaan karakter guru IPS. Penilaian terhadap guru IPS akan berbeda – beda dari bagaimana cara guru mengajarkan dan mengembangkan IPS.

Guru harus mampu mengembangkan pembelajaran IPS sehingga nantinya tidak ada lagi pandangan – pandangan miring mengenai mata pelajaran IPS. Dan diharapkan nantinya para siswa tidak akan enggan dan merasa bosan lagi dalam mengikuti pelajaran IPS. Karena guru menggunakan metode yang tepat dalam memberikan materi ajar.

 

Daftar Pustaka

winataputra, udin. 2002. materi pembelajaran IPS sd. Jakarta. Universitas Terbuka

artikel Bambang HP. Isu dan penentuan strategi pembelajaran IPS di sekolah.

Tim Pengembangan Ilmu Pendidikan FIP – UPI. 2007. Ilmu dan Aplikasi Pendidikan. Bandung. PT Imperial Bhakti Utama

Handoyo, Budi dkk. 2004. Pendidikan IPS SD Terpadu. Malang. Geo Spektrum Press

http://portal2.lpmpkalsel.org/index.php?option=com_content&view=article&id=6:pipssd&catid=8:catipop&Itemid=7