PENDEKATAN INSTRUKSIONAL DALAM MANAJEMEN KELAS DAN APLIKASINYA PADA SEKOLAH DASAR

Posted: Oktober 15, 2012 in Pendidikan, Tugas Kuliah

 

PENDEKATAN INSTRUKSIONAL DALAM MANAJEMEN KELAS

DAN APLIKASINYA PADA SEKOLAH DASAR

( Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Kelas )

 

 

 

Oleh:

DEVIN ARIFIANTO                       080210204014

HESTI AULIA                                  080210204018

SANGGA PAWIYAT D N              080210204019

IIN MARISTYANI                          080210204028

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

JURUSAN ILMU PENDIDIKAN

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JEMBER

SEPTEMBER, 2011

 

KATA PENGANTAR

 

Assalamu`alaikum Wr.Wb.

Segala puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan hidayah dan inayah- Nya berupa kemampuan berpikir dan analisis sehingga dapat terselesaikan paper ini. Paper ini berjudul Pendekatan Instruksional Dalam Manajemen Kelas Dan Aplikasinya Pada Sekolah Dasar. Paper ini kami susun guna memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Kelas.

Dalam penyusunan makalah ini, tidak sedikit hambatan yang penyusun hadapi, namun dengan semangat dan kerja sama antara tim penyusun dan dibantu semua pihak akhirnya penyusunan paper ini terselesaikan.

Dalam kesempatan ini penyusun menyampaikan rasa terima kasih kepada :

  1. Dosen pengampu mata kuliah Manajemen Kelas,  Prof. Dr. H. M. Sulthon Masyhud, M.Pd yang telah membantu mengarahkan dan memberi batasan penyusunan materi paper.
  2. Rekan – rekan mahasiswa FKIP Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Angkatan 2008 Universitas Negeri Jember yang turut memberikan informasi dan bantuannya.

Penyusun sangat menyadari bahwa dalam pembuatan paper ini masih jauh dari sempurna, sehingga kritik dan sarannya yang membangun sangat diharapkan.

Semoga paper ini dapat bermanfaat bagi penyusun khususnya dan dapat memberikan manfaat bagi pembaca pada umumnya.

Jember, 25 September 2011

Penyusun

 

 

 

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR ……………………………………………………….………i

DAFTAR ISI …………………………………………………………………………..ii

BAB 1. PENDAHULUAN ………………………………………………………….1

1.1  Latar Belakang ……………………………………………………………………..1

1.2  Rumusan masalah ………………………………………………………………..2

BAB 2. PEMBAHASAN …………………………………………………………..3

2.1 Pengertian Manajemen Kelas …………………………………………………3

2.2 Tujuan Manajemen Kelas ………………………………………………………4

2.3 Prinsip-Prinsip Manajemen Kelas …………………………………………..5

2.4 Pendekatan dalam Manajemen Kelas ………………………………………5

2.5 Aplikasi atau Implementasi Pendekatan Intruksional ………………..8

BAB 3. PENUTUP …………………………………………………………………10

DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………………12

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sumber daya manusia yang berkualitas merupakan hal yang penting bagi suatu negara untuk menjadi negara maju, kuat, makmur dan sejahtera. Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia tidak bisa terpisah dengan masalah pendidikan bangsa. Menurut Mulyasa ( 2006:3 ) ” Setidaknya terdapat tiga syarat utama yang harus diperhatikan dalam pembangunan pendidikan agar dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia ( SDM ) yakni:

(1) Sarana gedung,

(2) Buku yang berkualitas,

(3) Guru dan tenaga kependidikan yang yang professional.

Guru dapat diartikan sebagai pekerja sosial, tetapi guru tidak dapat disamakan dengan seorang tukang. Seorang tukang cukup mengikuti petunjuk yang terdapat dalam buku petunjuk. Guru perlu menyadari bahwa peranannya adalah sebagai manajerial aktivitas yang harus bekerja berdasar pada kerangka acuan pendekatan manajemen kelas.

Memanajemeni kelas dalam proses pemecahan masalah bukan terletak pada banyaknya macam kepemimpinan dan kontrol, tetapi terletak pada keterampilan memberikan fasilitas yang berbeda – beda terhadap peserta didik.

Seorang guru harus memiliki, memahami, dan keterampilan dalam menggunakan bermacam – macam pendekatan dalam manajemen kelas, meskipun tidak semua pendekatan yang dipahami dan dimilikinya dipergunakan sekaligus. Dalam artian, guru harus terampil memilih bahkan merangkai pendekatan yang dianggap meyakinkan untuk mengatasi masalah manajemen kelas dengan tepat.

Guru memiliki andil yang sangat besar terhadap keberhasilan pembelajaran di sekolah. Guru sangat berperan dalam membantu perkembangan peserta didik untuk mewujudkan tujuan hidupnya secara optimal. Di dalam kelas guru malaksanakan dua kegiatan pokok yaitu kegiatan mengajar dan kegiatan mengelola kelas. Kegiatan mengajar pada hakikatnya adalah proses mengatur, mengorganisasi lingkungan yang ada di sekitar siswa. Semua komponen pengajaran yang meliputi tujuan, bahan pelajaran, kegiatan belajar-mengajar, metode, alat dan sumber, serta evaluasi diperankan secara optimal guna mencapai tujuan pengajaran yang telah ditetapkan sebelum pengajaran dilaksanakan.

Pengelolaan kelas tidak hanya berupa pengaturan kelas, fasilitas fisik dan rutinitas. Kegiatan pengelolaan kelas dimaksudkan untuk menciptakan dan mempertahankan suasana dan kondisi kelas. Sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung secara efektif dan efisien. Misalnya memberi penguatan, mengembangkan hubungan guru dengan siswa dan membuat aturan kelompok yang produktif.

Pengelolaan kelas diperlukan karena dari hari ke hari bahkan dari waktu ke waktu tingkah laku dan perbuatan siswa selalu berubah. Hari ini siswa dapat belajar dengan baik dan tenang, tetapi besok belum tentu. Kemarin terjadi persaingan yang sehat dalam kelompok, sebaliknya dimasa mendatang boleh jadi persaingan itu kurang sehat. Kelas selalu dinamis dalam bentuk perilaku, perbuatan, sikap, mental, dan emosional siswa.

 

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka masalah yang kami kaji antara lain :

1. Apakah yang dimaksud dengan manajemen kelas?

2. Apa tujuan adanya manajemen kelas?

3. Apakah yang dimaksud pendekatan instruksional dalam manajemen kelas?

4. Bagaimana aplikasi atau implementasi pendekatan instruksional di Sekolah Dasar?

 

 


BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1 Pengertian Manajemen Kelas

Manajemen dari kata ” management “, diterjemahkan pula menjadi pengelolaan, berarti proses penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran. Sedangkan pengelolaan adalah proses yang memberikan, pengawasan pada semua hal yang terlibat dalam pelaksanaan kebijaksanaan dan pencapaian tujuan ( Depdikbud, 1989 ). Kelas ( dalam arti umum ) menunjuk kepada pengertian sekelompok siswa yang ada pada waktu yang sama menerima pelajaran yang sama dan guru yang sama pula. Dengan demikian, maksud manajamen kelas adalah mengacu kepada penciptaan suasana atau kondisi kelas yang memungkinkan siswa dalam kelas tersebut dapat belajar dengan efektif. Terdapat beberapa definisi tentang manajemen kelas berikut:

  • Berdasar konsepsi lama dan modern

Menurut konsepsi lama, manajemen kelas diartikan sebagai upaya mempertahankan ketertiban kelas. Menurut konsepsi modern manajemen kelas adalah proses seleksi yang menggunakan alat yang tepat terhadap problem dan situasi manajemen kelas. Guru menurut konsepsi lama bertugas menciptakan, memperbaiki, dan memelihara· system / organisasi kelas sehingga individu dapat memanfaatkan kemampuannya, bakatnya, dan energinya pada tugas – tugas individual ( Lois V. Johnson dan Mary Bany, 1970 ).

  • Berdasar pandangan pendekatan operasional tertentu ( disarikan dari Wilford A. Weber, 1986 ):
  1. Seperangkat kegiatan guru untuk menciptakan dan mempertahankan ketertiban suasana kelas melalui penggunaan disiplin ( pendekatan qJ:ori ter ).
  2. Seperangkat kegiatan guru untuk menciptakan dan mempertahankan ketertiban suasana kelas melalui intimidasi ( pendekatan intimidasi ).
  3. Seperangkat kegiatan guru untuk memaksimalkan kebebasan siswa (pendekatan permisif).
  4. Seperangkat kegiatan guru menciptakan suasana kelas dengan cara mengikuti petunjuk / resep yang telah disajikan ( pendekatan buku masak).
  5. Seperangkat kegiatan guru untuk menciptakan suasana kelas yang efektif melalui perencanaan pembelajaran yang bermutu dan dilaksanakan dengan baik (pendekatan instruksional).
  6. Seperangkat kegiatan guru untuk mengembangkan tingkah laku peserta didik yang diinginkan dengan mengurangi tingkah laku yang tidak diinginkan (pendekatan pengubahan perilaku).
  7. Seperangkat kegiatan guru untuk mengembangkan hubungan interpersonal yang baik dan iklim sosio-emosional kelas yang positif (pendekatan penciptaan iklim sosio emosional).
  8. Seperangkat kegiatan guru untuk menumbuhkan dan mempertahankan organisasi kelas yang efektif ( pendekatan sistem sosial ).

Pengertian lain dari manajemen kelas adalah segala usaha yang diarahkan untuk mewujudkan suasana belajar mengajar yang efektif dan menyenangkan serta dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan baik sesuai dengan kemampuan. Dengan demikian manajemen kelas merupakan usaha sadar, untuk mengatur kegiatan proses belajar mengajar secara sistematis. Usaha sadar itu mengarah pada penyiapan bahan belajar, penyiapan sarana dan alat peraga, pengaturan ruang belajar, mewujudkan situasi/kondisi proses belajar mengajar dan pengaturan waktu sehingga pembelajaran berjalan dengan baik dan tujuan kurikuler dapat tercapai ( Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen, 1996 ).

2.1 Tujuan Manajemen Kelas

Tujuan manajemen kelas adalah :

  1. Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar, yang memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin.
  2. Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi pembelajaran.
  3. Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan social, emosional dan intelektual siswa dalam kelas.
  4. Membina dan membimbing siswa sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi, budaya serta sifat – sifat individunya ( Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen tahun 1996 : 2 )

2.3 Prinsip – Prinsip Manajemen Kelas

Secara umum faktor yang mempengaruhi manajemen kelas dibagi menjadi dua golongan yaitu, faktor intern dan faktor ekstern siswa ( Djamarah 2006:184 ).

  • Faktor intern siswa berhubungan dengan masalah emosi, pikiran, dan perilaku. Kepribadian siswa denga ciri – ciri khasnya masing – masing menyebabkan siswa berbeda dari siswa lainnya sacara individual. Perbedaan sacara individual ini dilihat dari segi aspek yaitu perbedaan biologis, intelektual, dan psikologis.
  • Faktor ekstern siswa terkait dengan masalah suasana lingkungan belajar, penempatan siswa, pengelompokan siswa, jumlah siswa, dan sebagainya. Masalah jumlah siswa di kelas akan mewarnai dinamika kelas. Semakin banyak jumlah siswa di kelas, misalnya dua puluh orang ke atas akan cenderung lebih mudah terjadi konflik. Sebaliknya semakin sedikit jumlah siswa di kelas cenderung lebih kecil terjadi konflik.

2.4 Pendekatan dalam Manajemen Kelas

Manajemen kelas bukanlah masalah yang berdiri sendiri, tetapi terkait dengan berbagai faktor. Permasalahan anak didik adalah faktor utama yang dilakukan guru tidak lain adalah untuk meningkatkan kegairahan siswa baik secara berkelompok maupun secara individual.

Keharmonisan hubungan guru dan anak didik, tingginya kerjasama diantara siswa tersimpul dalam bentuk interaksi. Lahirnya interaksi yang optimal bergantung dari pendekatan yang guru lakukan dalam rangka pengelolaan kelas (Djamarah 2006:179 ).

Berikut pengertian pendekatan instruksional, yakni :

Pendekatan instruksional adalah pendekatan yang mendasarkan kepada pendirian bahwa pengajaran yang dirancang dan dilaksanakan dengan cermat akan mencegah timbulnya sebagian besar masalah manajerial kelas. Pendekatan ini berpendapat bahwa manajerial yang efektif adalah hasil perencanaan pengajaran yang bermutu. Dengan demikian peranan guru adalah merencanakan dengan teliti pelajaran yang baik, kegiatan belajar yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan setiap peserta didik.

Para penganjur pendekatan instruksional dalam manajemen kelas cenderung memandang perilaku instruksional guru mempunyai potensi mencapai dua tujuan utama manajemen kelas. Tujuan itu adalah:

1) mencegah timbulnya masalah manajerial, dan

2) memecahkan masalah manajerial kelas.

Cukup banyak contoh yang membuktikan banwa kegiatan belajar-mengajar yang direncanakan dan dilaksanakan dengan baik .adalah merupakan faktor utama dalam pencegahan timbulnya masalah manajemen kelas. Sebaliknya banyak kenyataan yang mendukung pendirian bahwa kegiatan belajar  -mengajar yang direncanakan dan dilaksanakan dengan tidak baik adalah penyebab utama timbulnya masalah manajemen kelas. Oleh karena itu, para pengembang pendekatan instruksional meyakinkan guru dalam mengembangkan strategi menajemen kelas memperhatikan hal – hal berikut ini:

1) menyampaikan kurikulum dan pelajaran yang menarik, relevan, dan sesuai,

2) menerapkan kegiatan yang efektif,

3) menyediakan daftar kegiatan rutin kelas,

4) memberikan pengarahan yang jelas,

5) menggunakan dorongan yang bermakna,

6) memberikan bantuan mengatasi rintangan,

7) merencanakan perubahan lingkungan,

8) mengatur kembali struktur situasi.

Menyampaikan kurikulum, pelajaran yang menarik, relevan dan sesuai dengan secara empiris dianggap sebagai penangkal perilaku menyimpang para peserta didik di dalam kelas. Di samping itu penelitian – penelitian menemukan bukti – bukti bahwa kunci keberhasilan manajemen kelas ialah kemampuan guru mempersiapkan dan menyelenggarakan kegiatan belajar – mengajar. Hal itu akan mencegah perhatian yang kurang, kebosanan, dan perilaku menyimpang. Guru yang berhasil ialah guru yang rnenyajikan pelajaran yang disiapkan dengan baik, yang berlangsung dengan lancar, dan dengan tempo yang baik, tepat dan jelas arahnya, memberikan kegiatan yang sesuai dengan kemampuan dan minat peserta didik.

Menerapkan kegiatan yang efektif adalah kemampuan guru mengatur arus dan tempo kegiatan kelas oleh banyak orang sehingga mencegah peserta didik melalaikan tugasnya. Kegiatan guru yang meloncat – loncat ( mendesak, tergantung, terputus, berubah arah ), bertele – tele, dan terpisah – pisah adalah kegiatan – kegiatan yang tidak efektif, dan akan mengundang perilaku peserta didik untuk menyimpang.

Menetapkan kegiatan rutin kelas adalah kegiatan sehari – hari yang perlu difahami dan dilakukan peserta didik, Informasi kegiatan ini disampaikan guru pada awal pertemuan dengan para peserta didik di kelas. Penjelasan secukupnya mengenai harapan guru yang berkaitan dengan kegiatan rutin kelas merupakan langkah yang menentukan efektivitas manajemen kelas dan pengembangkan kelas yang produktif. Proses ini membatasi kemungkinan timbulnya masalah manajemen kelas seminimal mungkin.

Memberikan pengarahan yang jelas adalah kegiatan mengkomunikasikan harapan – harapan yang diinginkan guru, lnstruksi yang jelas, sederhana, ringkas, tepat pada sasaran, sistematis akan membantu efektivitas manajemen kelas, sehingga masalah – masalah menyimpang yang disebabkan oleh pengarahan yang buruk dapat dihindari,

Memberikan dorongan yang bermakna adalah suatu proses dimana guru berusaha menunjukkan minat yang sungguh – sungguh terhadap perilaku peserta didik yang menunjukkan tanda – tanda kobosanan dan keresahan. Kegiatannya misalnya, guru dapat mendekati peserta didik, memeriksa pekerjaannya, memberikan penghargaan pada usahanya, dan memberikan saran – saran,  perbaikan lebih lanjut. Dengan cara ini guru membantu peserta didik meneruskan aktivitasnya dan mencegah timbulnya perilaku menyimpang.

Memberikan bantuan mengatasi rintangan adalah bentuk pertolongan yang diberikan oleh guru untuk membantu peserta didik menghadapi persoalan yang mematahkan semangat, pada saat mereka benar – benar memerlukannya. Proses bantuannya dilaksanakan sebelum situasi berkembang hingga tidak dapat dikuasai. Bantuan mengatasi rintangan ini adalah cara yang sangat bermanfaat untuk mencegah perilaku mengganggu.

Merencanakan perubahan lingkungan adalah proses mempersiapkan kelas atau lingkungan menghadapi perubahan – perubahan situasi. Misalnya, peserta didik harus disiapkan atas kemungkinan guru tidak dapat hadir selama beberapa hari dan akan digantikan oleh guru lain. Perencanaan yang disiapkan sebe1umnya akan membantu peserta didik memahami hal itu dan akan berperilaku sesuai dengan yang direncanakan guru. Dengan demikian, timbulnya masalah manajemen kelas dapat dicegah secara dini.

Merencanakan dan mengubah lingkungan kelas adalah proses penciptaan lingkungan yang menyenangkan dan tertib. Kegiatan ini dimaksudkan memaksimalkan produktivitas dan meminimalkan perilaku menyimpang, dan dirancang dengan baik. Merencanakan dan mengubah lingkungan kelas diperlukan untuk mencegah atau mengurangi jenis – jenis perilaku tertentu yang tidak diinginkan. Mengatur kembali struktur situasi adalah strategi manajerial kelas dalam memulai suatu kegiatan atau mengerjakan tugas dengan cara yang lain atau cara yang berbeda. Mengubah sifat kegiatan, mengubah pusat perhatian, atau menggunakan cara baru untuk mengerjakan hal-hal lama akan efektif mencegah timbulnya masalah manajemen kelas, khususnya yang bersumber pada perasaan bosan.

 

2.5 Aplikasi atau Implementasi Pendekatan Instruksional

Penggunaan sistem instruksional dalam pembelajaran didalam kelas dapat diklasifikasikan menjadi tiga tahap.

a. Tahap awal

Tahap pembelajaran awal ini adalah langkah pertama sebelum materi pembelajaran berlangsung, yaitu memberikan pencerahan terhadap pola pikir siswa tentang apa yang ingin diajarkan, diberikan bayangan sebelum memasuki tahap yang serius, tahap awal ini memiliki banyak teori dan metode yang bisa digunakan diantaranya adalah mengatur tatanan kelas yang nyaman dan efektif seperti group resume (resume kelompok) prosedurnya dibentuk seperti :

  • Bagilah peserta kedalam beberapa kelompok, terdiri dari 3 sampai 6 anggota.
  • Beritahukan kepada mereka bahwa kelas memiliki kesatuan bakat dan pengalaman yang sangat hebat.
  • Memberikan motivasi kepada setiap kelompok agar aktif dan bervariasi dalam menela’ah materi.
  1. b.      Inti

Pada tahapan ini pengajar menguraikan materi yang diajarkan kepada siswa dengan menggunakan metode dan teknik yang nyaman dan mudah dimengerti oleh siswa sehingga siswa tidak mudah jenuh dan tidak cepat merasa bosan

  • Bagilah kelas menjadi empat kelompok
  • Masing-masing kelompok diberi tugas, kelompok pertama sebagai penanya, kelompok kedua sebagai orang yang setuju, kelompok yang ketiga sebagai orang yang tidak setuju, sedangkan yang terakhir sebagai pemberi contoh.
  • Sampaikan pelajaran yang didasarkan dengan pelajaran
  • Suruhlah tiap-tiap tim untuk bertanya, sepakat dan sebagainya.
  1. c.       Tahap Akhir

Setelah materi diberikan kepada siswa dan waktu telah hampir habis untuk pembelajaran maka tahapan yang paling akhir ialah bagaimana siswa belajar agar tidak lupa tentunya dengan berbagai strategi yang bisa digunakan salah satunya adalah Reviewing Strategies (meninjau ulang).

Salah satu cara paling meyakinkan untuk menjadikan belajar tepat adalah menyertakan waktu untuk meninjau apa yang telah dipelajari. Materi yang telah ditinjau (review) oleh peserta didik mungkin disimpan lima kali lebih banyak dari materi yang tidak ditinjau. Hal itu karena peninjauan memudahkan peserta didik untuk mempertimbangkan informasi dan menemukan cara-cara untuk menyimpannya dalam otaknya.

 


BAB III

PENUTUP

 

Kesimpulan

Pembelajaran yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh pembaharuan kurikulum, fasilitas yang tersedia, kepribadian guru yang simpatik, pembelajaran yang penuh kesan, wawasan pengetahuan guru yang luas tentang semua bidang, melainkan juga guru harus menguasai kiat memanejemeni kelas.

Pemahaman akan prinsip – prinsip manajemen kelas ini penting dikuasai sebelum hal – hal khusus diketahui. Dengan dikuasainya prinsip – prinsip manajemen kelas, hal ini akan menjadi filter – filter penyaring yang menghilangkan kekeliruan umum dari manajemen kelas.

Manajemen kelas dapat mempengaruhi tingkat kualitas pembelajaran di kelas karena manajemen kelas benar – benar akan mengelola suasana kelas menjadi sebaik mungkin agar siswa menjadi nyaman dan senang selama mengikuti proses belajar mengajar. Oleh karena itu, kualitas belajar siswa seperti pencapaian hasil yang optimal dan kompetensi dasar yang diharapkan dapat tercapai dengan baik dan memuaskan. Selain itu, manajemen kelas juga akan menciptakan dan mempertahankan suasana kelas agar kegiatan mengajar dapat berlangsung secara efektif dan efisien.

Di samping itu juga, dengan manajemen kelas tingkat daya serap materi yang telah diajarkan guru akan lebih membekas dalam ingatan siswa karena adanya penguatan yang diberikan guru selama proses belajar mengajar berlangsung.

Berdasarkan pendapat di atas, jelas betapa pentingnya pengelolaan kelas guna menciptakan suasana kelas yang kondusif demi meningkatkan kualitas pembelajaran. Pengelolaan kelas menjadi tugas dan tanggung jawab guru dengan memberdayakan segala potensi yang ada dalam kelas demi kelangsungan proses pembelajaran. Hal ini berarti setiap guru dituntut secara profesional mengelola kelas sehingga tercipta suasana kelas yang kondusif mulai dari awal hingga akhir pembelajaran.

Penciptaan suasana kelas yang kondusif guna menunjang proses pembelajaran yang optimal menuntut kemampuan guru untuk mengetahui, memahami, memilih, dan menerapkan pendekatan yang dinilai efektif menciptakan suasana kelas yang kondusif dalam menunjang proses pembelajaran yang optimal.

Setidaknya ada sembilan pendekatan yang bisa dilakukan oleh guru untuk pengelolaan kelas.

 

Saran

Sebaiknya guru memahami berbagai pendekatan dalam pembelajaran, sehingga guru dapat menyesuaikan antara pendekatan dengan masalah yang dihadapi guru.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Rahman, Maman. 1998. Manajemen Kelas. Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Pendidikan Pendidikan Tinggi.

http://fahlefi.ucoz.com/news/pendekatan_dalam_pengelolaan_kelas/2009-11-13-2

http://meilanikasim.wordpress.com/2010/04/12/makalah-manajemen-kelas/

http://joko1234.wordpress.com/2010/03/13/pendekatan-dalam-manajemen-kelas/

http://joko1234.wordpress.com/2010/03/18/model-sistem-instruksional-pembelajaran/

http://www.sekolahdasar.net/2009/02/pendekatan-dalam-pengelolaan-kelas.html

Http://abudaud.blogspot/com/2011/01/pendekatan-pengelolaan-kelas.html

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s